Sulseltimes.com, Makassar, Senin, Juni 1, 2026 — Kebakaran melanda RSUD Syekh Yusuf Gowa dan menghanguskan gedung radiologi lama serta Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS). Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
- Kebakaran melanda RSUD Syekh Yusuf Gowa
- Gedung radiologi lama dan IPSRS hangus
- Pasien IGD dievakuasi akibat asap
- Dugaan sementara korsleting listrik
- Tidak ada korban jiwa
Kronologi Kejadian
Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa, dr. Gaffar, mengatakan api pertama kali diketahui oleh petugas laundry.
Asap muncul dari sisi kiri area rumah sakit yang diduga berasal dari kabel terbakar.
“Petugas langsung mengambil inisiatif mencari bantuan. Ada tiga APAR yang digunakan sambil menunggu pemadam kebakaran datang,” kata dr. Gaffar, Senin, Juni 1, 2026.
Pihak rumah sakit segera melakukan penanganan awal menggunakan alat pemadam api ringan.
Langkah itu dilakukan untuk mencegah api merembet ke gedung pelayanan utama lainnya.
Dampak pada Pasien dan Evakuasi
Kepulan asap menyebar ke ruang pelayanan IGD.
Sejumlah pasien dan keluarga pasien panik.
Pihak rumah sakit langsung melakukan evakuasi untuk menghindari risiko paparan asap.
“Pasien IGD sempat panik, tapi dievakuasi lebih awal dan saat ini sudah kembali tenang,” jelas Gaffar.
Penanganan Pemadam Kebakaran
Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Damkar Gowa, Syamsul Bahri, mengatakan laporan kebakaran diterima saat sebagian pegawai rumah sakit melaksanakan salat Jumat.
Proses pelaporan sempat terlambat beberapa menit sebelum petugas pemadam bergerak menuju lokasi.
“Dalam waktu 10 menit personel maupun seluruh kekuatan armada tiba di lokasi kebakaran. Sehingga kami menganalisa kejadian kebakaran itu tidak memungkinkan ditangani sendiri oleh personel Damkar Gowa. Karena itu kami cepat-cepat meminta bantuan dari Damkar Makassar,” ujar Syamsul Bahri, Senin, Juni 1, 2026.
Api membakar dua ruangan, yakni ruang radiologi lama dan ruang penyimpanan peralatan medis.
Petugas pemadam berjibaku selama kurang lebih 30 menit untuk memadamkan api dan memblokir penyebarannya.
Setelah api terkendali, petugas melanjutkan proses pendinginan selama sekitar 30 menit berikutnya.
“Ada kurang lebih 30 menit kami melakukan pemadaman dan kemudian memblokir api supaya tidak merembet ke ruangan-ruangan yang lain. Kemudian lagi 30 menit kami melakukan proses pendinginan, mengurai seluruh material-material yang terbakar maupun yang berpotensi bisa terbakar,” tukasnya.
Damkar Gowa mengerahkan lima unit armada. Damkar Makassar menurunkan tujuh unit mobil pemadam tambahan bersama sekitar 30 personel.
Kondisi Fasilitas dan Pelayanan
Manajemen rumah sakit memastikan fasilitas kesehatan utama tidak terdampak insiden tersebut.
Beberapa alat medis penting, termasuk fasilitas CT scan, dipastikan tetap aman.
Pelayanan medis dapat berjalan normal setelah situasi berhasil dikendalikan.
“Yang jelas, di dua gedung utama, CT scan dan alat-alat utama aman,” pungkas dr. Gaffar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses asesmen petugas terkait.
“Untuk dugaan sementara kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting instalasi listrik,” tutup Syamsul Bahri.















