Berita

Bayi Meninggal di IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa, Pihak RS Bantah Kelalaian

Avatar of Sulsel Times
0
×

Bayi Meninggal di IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa, Pihak RS Bantah Kelalaian

Sebarkan artikel ini
Bayi Meninggal di IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa, Pihak RS Bantah Kelalaian
Bayi Meninggal di IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa, Pihak RS Bantah Kelalaian
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Gowa, Selasa, 17/06/2026 — Manajemen RSUD Syekh Yusuf Gowa menanggapi kasus kematian bayi berusia dua bulan, Athar Ismail, yang sempat viral karena dugaan kelalaian dan minimnya pelayanan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Ringkasnya…
  • Bayi dua bulan meninggal di IGD
  • Kondisi kritis sejak awal masuk dengan demam empat hari
  • Kepala Bidang Pelayanan RSUD Syekh Yusuf, Nur Wahyudi
  • RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
  • Pihak rumah sakit membantah adanya kelalaian dan klaim telah sesuai SOP
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kronologi Pasien Masuk IGD

Bayi Athar Ismail masuk ke IGD RSUD Syekh Yusuf pada Sabtu malam, 12 Juni 2026.

Scroll Kebawah
Advertisement

Kondisinya sudah kritis dengan riwayat demam yang tidak kunjung turun selama tiga hari.

Sebelumnya, korban sempat mendapat perawatan di Puskesmas Barombong.

Pihak puskesmas kemudian merujuknya ke rumah sakit tersebut.

Di IGD, tim medis langsung memberikan penanganan berupa bantuan pernapasan, infus cairan, serta obat-obatan melalui suntikan.

Meski sudah ditangani, kondisi bayi terus menurun.

Dokter merencanakan untuk merujuk korban ke rumah sakit tipe A di Kota Makassar yang memiliki layanan lebih memadai.

Namun, nyawa Athar tidak tertolong.

Ia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu dini hari, 13 Juni 2026, sebelum proses rujukan tuntas.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan orang tua korban histeris memeluk anaknya yang telah meninggal.

Keluarga korban menuding adanya kelalaian serta lambatnya proses rujukan oleh pihak rumah sakit.

Bantahan Pihak Rumah Sakit

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Syekh Yusuf, Nur Wahyudi, membantah tudingan adanya kelalaian para medis.

“Terkait dengan kejadian meninggalnya bayi Athar, itu sebenarnya sudah ditangani sesuai dengan SOP dan penanganan yang sesuai dengan kasus penyakitnya,” kata Nur Wahyudi di Kabupaten Gowa, Selasa, 16/06/2026.

Ia menegaskan kondisi pasien sejak awal masuk IGD memang sudah sangat berat.

“Kondisi pasien dalam keadaan berat, menurut penyampaian dari tim dokter kami dan tim perawat.

Dia datang dari rumah, dalam kondisi demam di hari keempat, disertai sesak berat, dan kondisi yang agak kuning pada seluruh tubuh,” jelasnya.

Tim dokter, menurut Wahyudi, sudah dilibatkan sejak menit pertama korban tiba di IGD.

Semua tindakan medis dijalankan sesuai protokol penanganan pasien.

Sistem Rujukan Terintegrasi Jadi Sorotan

Mengenai lambatnya proses rujukan, Nur Wahyudi menjelaskan pihaknya telah mengajukan permohonan ke tiga rumah sakit tujuan melalui Sistem Rujukan Terintegrasi (Sisrute).

Ketiga rumah sakit tersebut adalah RSUP Wahidin Sudirohusodo, RS Islam Faisal, dan RSUD Labuang Baji.

“Itu dalam keadaan masa kritis.

Masih dalam penanganan yang belum stabil, kita tetap stabilkan, sementara proses pengajuan rujukan tetap berjalan saat itu,” katanya.

Ia berdalih kewenangan penerimaan pasien sepenuhnya berada di rumah sakit tujuan.

“Tugas kami mengirim, dan penerimaan tergantung sistem yang ada di Sisrute, menunggu konfirmasi dari rumah sakit tujuan.

Kami tidak punya kewenangan (mempercepat), karena itu kewenangan rumah sakit penerima,” tambahnya.

Pihaknya tidak mengetahui faktor yang menyebabkan lambatnya konfirmasi.

Ketika rumah sakit penerima siap menerima, kondisi pasien sudah meninggal dunia.

Tidak Ada Kelalaian

Atas kejadian ini, manajemen RSUD Syekh Yusuf bersikukuh tidak ada kelalaian.

Mereka menegaskan seluruh prosedur penanganan medis di IGD telah dijalankan sesuai standar yang berlaku.

Semua langkah klinis diambil berdasarkan kondisi kritis yang dialami pasien sejak awal kedatangan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *