Sulseltimes.com, Tangerang, Minggu, Mei 31, 2026 — Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta membongkar dua modus utama yang kerap digunakan untuk mengelabui petugas dalam pemberangkatan haji nonprosedural.
- Menyalahgunakan visa wisata dengan transit di Kuala Lumpur atau Singapura
- Memalsukan visa kerja (Visa Amil) untuk ibadah haji
- 13 WNI ditunda di Ngurah Rai pada Jumat (29/5)
- Sinergi Imigrasi, Kemenag, dan Kepolisian melalui sistem profiling
- Pelaku sudah terdeteksi sebelum check-in di bandara
Berangkat Wisata, Transit lalu ke Arab Saudi
Modus pertama adalah berpura-pura sebagai wisatawan ke negara Asia Tenggara.
Mereka memegang tiket dan visa wisata menuju Kuala Lumpur atau Singapura.
Setelah transit di sana, perjalanan dilanjutkan ke Arab Saudi tanpa izin haji resmi.
“Modus ini sering digunakan oknum travel untuk mengelabui petugas,” kata Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno-Hatta, Jerry Prima, Minggu, Mei 31, 2026.
Visa Kerja Disalahgunakan
Modus kedua adalah menyalahgunakan Visa Amil Work.
Visa tersebut sebenarnya adalah izin kerja resmi dari Arab Saudi.
Namun para calon jamaah memalsukan atau menyalahgunakannya untuk berangkat haji.
“Visa Amil diterbitkan untuk bekerja, bukan untuk ibadah haji,” lanjut Jerry.
Pemegang visa ini diwajibkan punya iqamah dan sponsor, tetapi diabaikan demi berhaji secara ilegal.
Sistem Profiling Gagalkan Keberangkatan
Pengungkapan modus ini merupakan hasil sinergi Imigrasi dengan Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, serta Kepolisian.
Mereka menggunakan sistem profiling penumpang yang sudah menganalisis data sebelum check-in.
“Melalui sistem ini, data penumpang sudah dapat diketahui dan dianalisis bahkan sebelum tiba di bandara,” jelas Jerry.
Sebelumnya, Imigrasi Ngurah Rai menunda keberangkatan 13 WNI yang diduga akan naik haji tanpa prosedur resmi di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (29/5).
Kasus tersebut menjadi bukti bahwa modus haji ilegal masih marak dan terus diawasi ketat.
Masyarakat diimbau hanya menggunakan jalur resmi dan tidak tergiur tawaran perjalanan haji murah tanpa dokumen sah.







