Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 13/10/2026 — Influencer Cina Sun Yuanyuan didiskualifikasi dari Berlin Marathon 2026 setelah terbukti naik sepeda selama perlombaan.n
- Sun Yuanyuan, influencer kebugaran Cina berusia 30 tahun, didiskualifikasi dari Berlin Marathon 2026
- Ia diketahui menaiki sepeda saat berlomba, terbukti dari foto yang beredar di media sosial
- Sebelumnya ia mengklaim telah menyelesaikan maraton dengan waktu 4 jam 53 menit 46 detik dan mempublikasikan foto medali
- Data waktu tempuh menunjukkan anomali pada segmen 5 kilometar yang jauh lebih cepat daripada segmen sebelumnya
- Setelah dikonfrontasi, Sun mengakui kesalahannya, beralasan merasa tidak enak badan, dan meminta maaf; catatan waktunya tidak diakui oleh penyelenggara
Sun Yuanyuan, yang lebih dikenal dengan nama Abeeeer di media sosial, menjadi perbincangan setelah pengumuman pencapaiannya dalam maraton Berlin ternyata tidak sesuai dengan kenyataan.
n
Menurut The Sun, ia awalnya mengumumkan telah menyelesaikan maraton dengan waktu 4 jam, 53 menit, dan 46 detik, bahkan berfoto dengan medali finis sebagai perayaan.
n
Bukti Foto dan Data Waktu
n
Sebuah foto yang beredar menunjukkan Sun duduk di bagian belakang sepeda saat perlombaan berlangsung, menguatkan dugaan bahwa ia tidak menyelesaikan seluruh jalur dengan berlari.
n
Selain foto, data waktu tempuhnya juga mencurigakan; ia tercatat menyelesaikan satu segmen lima kilometer dalam waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan segmen sebelumnya, menambah kecurigaan mengenai kinerja yang tidak realistis.
n
Penyataan dan Konsekuensi
n
Setelah kejadian menjadi perhatian publik, Sun finally mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf, menjelaskan bahwa ia naik sepeda karena merasa tidak enak badan.
n
Namun, ia mengakui bahwa tindakannya melanggar peraturan perlombaan dan tidak jujur kepada publik karena tidak mengungkapkan kejadian yang sebenarnya.
n
Akibat insiden tersebut, penyelenggara Berlin Marathon memutuskan untuk mendiskualifikasi Sun, sehingga catatan waktunya tidak lagi diakui sebagai hasil resmi.
n
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejujuran dan sportivitas merupakan hal yang sangat penting dalam dunia olahraga, dan keinginan untuk pengakuan di media sosial tidak boleh mengalahkan nilai-nilai tersebut.







