Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 09/10/2026 — Video sekelompok ibu-ibu yang menampilkan konsep busana gamis “buka pintu” sebagai prediksi tren Lebaran 2027 mendadak viral di TikTok.
- Video diunggah akun TikTok @sudsrtiindraaa menampilkan ibu-ibu mengenakan rompi gamis belahan depan seperti pintu
- Model busana itu diklaim sebagai rekomendasi tren Lebaran 2027
- Netizen merespons dengan jenaka soal kecepatan prediksi tren tiga tahun ke depan
- Seorang netizen merangkum evolusi tren: 2024 shimmer, 2025 abaya, 2026 rompi lepas, 2027 buka pintu
- Video telah dikumpulkan 807,5 ribu suka, 18,2 ribu komentar, dan 762,1 ribu share
Unggahan tersebut menampilkan sejumlah ibu-ibu tampil kompak mengenakan rompi gamis panjang dengan belahan tengah yang bisa dibuka ke kiri dan kanan menyerupai tirai pintu.
Saat video berjalan, mereka secara bersamaan membuka bagian depan kain sembari berseru “Buka pintu!” sebagai bagian dari aksi promosi model busana tersebut.
Video diunggah oleh akun @sudsrtiindraaa dan dilansir dari Okezone Women, Jumat, 09/10/2026.
“Buka pintu Lebaran 2027, buka pintu,” ujar salah satu ibu dalam video tersebut.
Unggahan itu langsung dibanjiri respons jenaka warganet. Banyak yang menyoroti kecepatan munculnya prediksi tren ini meski 2026 baru berjalan beberapa bulan.
Evolusi Tren Busana Lebaran
Seorang netizen merangkum perkembangan model busana Lebaran tahunan: “2024: shimmer-shimmer, 2025: abaya, 2026: rompi lepas, 2027: buka pintu.”
Komentar lain mengejek ketidaksabaran warganet. “Server sebelah belum hias pohon Natal, kalian sudah meluncurkan ‘buka pintu’ Ibu-Ibu,” tulis netizen lain.
Tak sedikit warganet yang salah fokus pada penamaan unik busana itu. “Lebaran 2027 ‘Gamis Open the Door’,” gurau seorang netizen. “Lebaran 2027 password-nya ‘BUKA PINTU’,” timbal warganet lain.
Hingga artikel ditulis, video berdurasi singkat itu telah mengumpulkan lebih dari 807,5 ribu suka, 18,2 ribu komentar, dan dibagikan 762,1 ribu kali.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kreasi warganet di media sosial sering kali mendahului kalender resmi dalam menentukan tren busana musiman.















