Sulseltimes.com, Takalar, Sabtu, 15/08/2026 — Ibu pelaku penyerangan siswa SMKN 5 Takalar mengklaim anaknya mengalami perundungan sejak SMP sebelum insiden pemarangan terjadi.
- Penyerangan siswa SMKN 5 Takalar
- Korban SA (15) luka serius lengan kiri
- Pelaku RP (15) diamankan polisi
- Ibu pelaku klaim perundungan sejak SMP
- Polres Takalar dalami motif dan proses hukum anak
Ibu dari pelaku berinisial RP (15) menyampaikan hal tersebut saat mendampingi anaknya yang menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Takalar. Ia mengungkap anaknya diduga mendapat ejekan dan ancaman dikeroyok sejak duduk di bangku SMP.
“Anak saya sejak masih duduk di bangku SMP sudah mendapatkan ejekan atau bully dari korban bersama teman-temannya,” kata ibu RP, Sabtu, 15/08/2026. Ia menambahkan tekanan itu berlanjut hingga sebelum insiden pemarangan terhadap teman sekolahnya berinisial SA (15) terjadi pada Selasa (11/08).
Klaim Perundungan Sejak SMP
Menurut ibu RP, kondisi tersebut membuat anaknya merasa tertekan dan khawatir akan keselamatan. Keluarga meminta kepolisian tidak hanya melihat peristiwa penyerangan menggunakan senjata tajam, tetapi juga menelusuri latar belakang konflik sebelumnya.
“Anak saya sangat sedih karena merasa tidak bersalah sepenuhnya. Kami meminta pihak polisi mengungkap permasalahannya sebelum kejadian,” ujarnya, Sabtu, 15/08/2026. Ia berharap proses hukum memperhatikan kondisi RP sebagai anak berusia 15 tahun. “Kami berharap aparat penegak hukum bisa mengusut secara adil dan bijak,” katanya.
Korban Luka Serius, Pelaku Diperiksa PPA
Insiden terjadi saat aktivitas belajar berlangsung di ruang kelas X. Korban SA mengalami luka terbuka serius pada lengan kiri setelah diduga ditebas dari belakang oleh RP. Korban mendapat pertolongan di puskesmas lalu dirujuk ke RSUD H. Padjonga Dg Ngalle Takalar.
Direktur RSUD H. Padjonga Dg Ngalle Takalar, dr Ruslan, membenarkan pasien siswa SMKN 5 Takalar berinisial SA masuk UGD pada 11 Agustus dengan luka lengan kiri. “Tim medis telah melakukan penanganan awal di UGD sebelum korban dipindahkan ke ruang perawatan untuk menjalani penanganan lanjutan,” ujar dr Ruslan, Sabtu, 15/08/2026. Kondisi korban stabil dan dipersiapkan untuk operasi.
Kanit PPA Polres Takalar, Ipda Saiful Madjid, membenarkan kekerasan melibatkan dua pelajar tersebut. “Korban seorang pelajar SMKN 5 Takalar. Motif dari pelaku masih kami dalami dan untuk sekarang korban masih di dalam rumah sakit untuk menjalani operasi terkait luka serius akibat ditebas teman sekolahnya,” ujar Ipda Saiful Madjid, Sabtu, 15/08/2026.
Polisi terus mendalami motif dan rangkaian kejadian lengkap. Karena kedua pihak berstatus anak, penanganan perkara mengacu pada ketentuan perlindungan anak dan sistem peradilan pidana anak. RP saat ini masih menjalani proses pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Takalar.







