Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 04/10/2026 — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengamankan Kapal KM Maulana 23 beserta para awaknya di perairan Laut Aru, Arafura, terkait dugaan penganiayaan terhadap anak buah kapal (ABK) di atas kapal cumi.
- KKP amankan KM Maulana 23 di Laut Aru terkait dugaan penganiayaan ABK
- KM Maulana 23 dikawal ke Wilker PSDKP Dobo untuk pemeriksaan
- Video viral menunjukkan ABK dimasukkan ke bak kapal dan diduga diinjak-injak
- Polda Metro Jaya koordinasikan evakuasi korban ke RSUD Dobo
- KKP akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendalami kasus ini
Pengamanan dilakukan setelah Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) menerima aduan masyarakat terkait dugaan kekerasan terhadap ABK kapal cumi.
Ditjen PSDKP kemudian mengerahkan Kapal Patroli Hiu 14 (KP Hiu 14) untuk mencari dan menghentikan KM Maulana 23 di perairan Laut Aru, Arafura.
“Menindaklanjuti aduan masyarakat terkait dugaan penganiayaan terhadap ABK kapal cumi, KP Hiu 14 bergerak mencari dan menghentikan KM Maulana 23 di perairan Laut Aru, Arafura,” tulis akun resmi Instagram Ditjen PSDKP, Minggu, 04/10/2026.
KM Maulana 23 beserta para awak kemudian dikawal menuju Wilayah Kerja (Wilker) PSDKP Dobo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“KM Maulana 23 kemudian dikawal menuju Wilker PSDKP Dobo untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar pernyataan Ditjen PSDKP.
KKP menegaskan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendalami dugaan penganiayaan terhadap para ABK.
Dalam video yang beredar, seorang ABK tampak dimasukkan ke dalam bak kapal hingga diduga diinjak-injak, ditendang, dan dipukuli oleh terduga pelaku.
Korban Dievakuasi ke RSUD Dobo
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan polisi telah menerima informasi tersebut dan sedang melakukan penelusuran.
“Informasi tersebut telah termonitor dan saat ini sedang ditindaklanjuti. Berdasarkan penelusuran awal, kapal yang dimaksud berada di perairan sekitar Kepulauan Aru. Polda Metro Jaya melalui Polres Tanjung Priok telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan para ABK yang diduga menjadi korban,” kata Kombes Budi, Minggu, 04/10/2026.
Budi menyebutkan para ABK yang diduga menjadi korban telah dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saat ini, para korban telah dibawa ke RSUD Dobo untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis,” ujarnya.
Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh KKP secara bersamaan dengan kepolisian untuk menentukan tindak lanjut terhadap para awak kapal yang diduga terlibat.
Tim gabungan masih mendalami laporan video viral tersebut untuk memastikan keselamatan dan hak-hak ABK di perairan Indonesia.









