Hukum & Peristiwa

Siswa SMKN 5 Takalar Diserang Teman Sekelas Pakai Parang, Ini Pemicu dan Kronologinya

Avatar of Sulsel Times
0
×

Siswa SMKN 5 Takalar Diserang Teman Sekelas Pakai Parang, Ini Pemicu dan Kronologinya

Sebarkan artikel ini
Siswa SMKN 5 Takalar Diserang Teman Sekelas Pakai Parang, Ini Pemicu dan Kronologinya
Siswa SMKN 5 Takalar Diserang Teman Sekelas Pakai Parang, Ini Pemicu dan Kronologinya
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Takalar, Rabu, 12/08/2026 — Siswa SMKN 5 Takalar berinisial MSA (15) mengalami luka robek di tangan kiri setelah diduga diserang teman sekelasnya berinisial RP (15) menggunakan parang di dalam ruang kelas.

Ringkasnya…
  • Korban siswa kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 5 Takalar
  • Luka robek di tangan kiri saat menangkis serangan, diduga patah tulang
  • Kepala SMKN 5 Takalar Syarifuddin dan Direktur RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle dr. Ruslan
  • Kejadian di ruang kelas saat persiapan belajar mengajar
  • Pelaku diamankan Polres Takalar, kasus diproses sesuai UU SPPA
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Korban merupakan siswa kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM) di SMKN 5 Takalar, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Setelah mendapat penanganan awal, korban dirujuk ke RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle Takalar untuk menjalani perawatan.

Scroll Kebawah
Advertisement

Kepala SMKN 5 Takalar, Syarifuddin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut terduga pelaku RP (15) merupakan teman sekelas korban.

“Pelaku dan korban satu kelas. Kejadiannya di dalam ruang kelas saat persiapan proses belajar mengajar,” kata Syarifuddin, Rabu, 12/08/2026.

Pemicu penyerangan diduga buntut pengeroyokan

Syarifuddin menjelaskan, insiden itu diduga dipicu perselisihan yang terjadi sehari sebelumnya. Saat itu RP disebut menjadi korban pengeroyokan oleh beberapa siswa saat pulang sekolah, dan MSA diduga salah satu yang terlibat.

“Korban yang diparangi hari ini merupakan salah satu yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap pelaku di luar sekolah. Kemungkinan pelaku merasa sakit hati sehingga terjadi aksi balasan. Sebelumnya juga ada persoalan saling membully di antara mereka,” ujar Syarifuddin, Rabu, 12/08/2026.

Pihak sekolah sebenarnya telah berupaya melakukan mediasi setelah pengeroyokan tersebut. Namun, proses itu belum terlaksana karena sejumlah pihak yang terlibat tidak berada di lokasi saat guru hendak mempertemukan mereka.

Kronologi penyerangan di ruang kelas

Menurut Syarifuddin, sekolah memiliki petugas keamanan. Namun, senjata tajam yang diduga digunakan tersebut kemungkinan disembunyikan di dalam tas sehingga tidak terdeteksi petugas.

Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, terduga pelaku diduga mengayunkan parang dua kali sesaat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Korban mengangkat tangan kiri untuk menangkis sehingga mengalami luka robek.

Selain luka robek, korban diduga mengalami patah tulang dan membutuhkan tindakan medis lebih lanjut. Barang bukti berupa satu bilah parang telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kondisi korban saat dirawat di rumah sakit

Direktur RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle Takalar, dr. Ruslan, membenarkan bahwa korban tengah menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

“Yang bersangkutan sementara dirawat di Flamboyan Kamar 3A dan rencananya menjalani operasi hari ini,” ujar dr. Ruslan, Rabu, 12/08/2026.

Ia memastikan kondisi korban dalam keadaan stabil. “Kondisinya saat ini tidak kritis karena cepat kami tindak lanjuti dan ditangani oleh tenaga medis,” katanya.

Pelaku diamankan polisi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, RP telah diamankan di Polres Takalar bersama barang bukti yang diduga digunakan dalam peristiwa tersebut.

Karena korban dan terduga pelaku masih berusia 15 tahun, proses penanganan perkara dilakukan mengacu pada ketentuan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Pihak kepolisian diharapkan melakukan mediasi dan pendekatan terhadap kedua keluarga guna mencegah potensi konflik lanjutan.

LSM Pemantik Takalar sorot pengawasan sekolah

Insiden ini mendapat perhatian dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantik Takalar. Aktivis lembaga tersebut, Suwandi, menilai peristiwa itu perlu menjadi bahan evaluasi terhadap sistem pengawasan di lingkungan sekolah.

“Ini yang menjadi pertanyaan, kenapa siswa bisa membawa parang masuk ke sekolah? Berarti ada dugaan lemahnya pengawasan selama ini di lingkungan SMKN 5 Takalar,” kata Suwandi, Rabu, 12/08/2026.

Suwandi meminta pihak sekolah memberikan penjelasan terbuka mengenai kronologi kejadian serta langkah konkret untuk meningkatkan keamanan. Ia juga meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan melakukan evaluasi terhadap sistem keamanan dan manajemen sekolah pascainsiden tersebut.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Sementara itu, pihak sekolah diharapkan memperketat pengawasan terhadap barang bawaan siswa serta memperkuat mekanisme pencegahan konflik agar kejadian serupa tidak terulang.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *