Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 08/08/2026 — Perantau asal Fujian, China, Go Soe Loet, memulai usaha kopi rumahan di Surabaya pada 1920-an dan membangun merek yang kelak dikenal sebagai Kapal Api, perusahaan kopi legendaris di Indonesia.
- Pendiri Kapal Api adalah Go Soe Loet, perantau asal Fujian, China
- Usaha kopi rumahan dimulai di Surabaya pada 1920-an
- Merek HAP Hootjan kemudian berubah menjadi Kapal Api pada 1970-an
- Ekspansi mencakup Palembang, Makassar, Medan, Pontianak, hingga ekspor ke Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, dan Malaysia
- Kapal Api kini memiliki produk Kopi ABC, Good Day, Ceremix, Excelso, dan Permen Relaxa
Go Soe Loet tiba di Surabaya dan mengawali bisnis dengan memilih biji kopi berkualitas terbaik. Biji kopi itu kemudian digoreng dan ditumbuk menjadi bubuk untuk dijual ke pasar.
Menurut catatan Muhammad Ma’ruf dalam buku 50 Great Business Ideas From Indonesia (2010:31), usaha Go Soe Loet saat itu menghadapi banyak saingan.
Untuk membedakan dari pesaing, Go Soe Loet mengemas kopinya dengan kertas cokelat bermerek HAP Hootjan. Nama itu berarti Kapal Api, terinspirasi dari pengalamannya naik kapal api bertenaga uap saat menuju Jawa.
Dari HAP Hootjan menjadi Kapal Api
Go Soe Loet menikah dan memiliki anak bernama Go Tek Whie. Anaknya itu dididik dan diikutsertakan dalam bisnis kopi keluarga.
Go Tek Whie kemudian memperbesar usaha HAP Hootjan. Pada 1970-an, dia mengubah nama merek dagangnya menjadi Kapal Api.
Go Tek Whie dikenal juga sebagai Soedomo Mergonoto. Dia terjun langsung memperbaiki bisnis Kapal Api, termasuk saat mesin produksi berusia lebih dari 100 tahun dan bisnis menurun.
Soedomo pergi ke Jerman untuk menghadiri pameran mesin pengolah kopi. Di sana dia menemukan mesin dengan harga Rp 123 juta.
Dia mengamati mesin tersebut dan membuat sendiri dengan biaya Rp 870 ribu. Hasilnya, 180 kg kopi bisa diolah setiap jam.
Namun kualitas kopi sempat memburuk dan bisnis kembali menurun. Soedomo akhirnya membeli mesin mahal dari Jerman menggunakan pinjaman Bank Pembangunan Indonesia.
Mesin itu membuat hasil produksi meningkat. Kualitas Kapal Api membaik dan usaha terus tumbuh.
Soedomo kemudian mendirikan PT Santos Jaya Abadi di Sidoarjo.
Ekspansi dan produk Kapal Api
Soedomo juga berani beriklan di TVRI yang saat itu terkenal mahal. Kapal Api makin dikenal luas dan dijual ke berbagai wilayah.
Ekspansi Kapal Api menjangkau luar Jawa, mulai dari Palembang, Makassar, Medan, hingga Pontianak.
Pada 1985, Kapal Api mulai diekspor ke Timur Tengah, Taiwan, Hongkong, dan Malaysia.
Kapal Api kemudian merilis kopi susu bermerek Kopi ABC yang langsung laris di pasaran.
Pada 1992, Kapal Api merambah bisnis kedai kopi dengan merek Excelso. Kedai ini menyasar kalangan menengah atas dan hadir di Plaza Indonesia, Jakarta, serta Plaza Tunjungan II, Surabaya.
Kapal Api juga memproduksi Good Day, Ceremix, dan Permen Relaxa.
Dari usaha rumahan di Surabaya, Kapal Api tumbuh menjadi perusahaan kopi besar dengan produk yang dikenal luas hingga sekarang.











