Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 17/08/2026 — Perusahaan trading raksasa Wall Street, Jane Street, mencatat kerugian sekitar US$15 miliar atau setara Rp246 triliun pada Juli 2026, menjadikannya kerugian bulanan terburuk dalam sejarah perusahaan.
- Jane Street rugi US$15 miliar (Rp246 triliun) Juli 2026
- Pendapatan YTD capai US$40 miliar
- Jane Street, Situational Awareness, The Wall Street Journal
- Juli 2026, Wall Street
- Kerugian bulanan terburuk dalam sejarah
Kerugian tersebut sebagian dipicu oleh masalah yang menimpa hedge fund Situational Awareness, menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip sejumlah orang yang mengetahui persoalan tersebut, Senin, 17/08/2026.
Menurut sumber yang mengetahui kondisi perusahaan, besarnya kerugian pada Juli mengejutkan mengingat Jane Street justru sedang mencatatkan kinerja perdagangan terbaiknya sepanjang tahun ini.
Kinerja Masih Kuat Sepanjang Tahun
Hingga Juli 2026, pendapatan Jane Street disebut telah melebihi US$40 miliar. Capaian itu menempatkan perusahaan tetap di jalur untuk mencatatkan tahun perdagangan yang sangat kuat meskipun mengalami kerugian besar pada bulan tersebut.
Jane Street dikenal sebagai salah satu perusahaan perdagangan paling dominan di pasar keuangan global. Aktivitasnya mencakup saham, obligasi, komoditas, mata uang, hingga aset digital dengan strategi berbasis teknologi dan algoritma.
Kerugian sekitar US$15 miliar dalam satu bulan menjadi kontras dengan kinerja keseluruhan tahun berjalan. Hal ini menunjukkan bagaimana gangguan pada satu posisi atau mitra perdagangan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perusahaan trading besar.
Jane Street hingga kini belum memberikan rincian publik mengenai besaran kerugian tersebut maupun eksposurnya terhadap Situational Awareness.







