Berita

Gempa M 5,3 Guncang Pulau Puah Sulteng, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Avatar of Sulsel Times
0
×

Gempa M 5,3 Guncang Pulau Puah Sulteng, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
Gempa M 5,3 Guncang Pulau Puah Sulteng, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Gempa M 5,3 Guncang Pulau Puah Sulteng, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Palu, Senin, 21/09/2026 — Gempa bumi magnitudo 5,3 mengguncang perairan dekat Pulau Puah, Sulawesi Tengah, pada Senin pukul 15.31 Wita dan terasa kuat di Luwuk, Kabupaten Banggai, tetapi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Ringkasnya…
  • Gempa magnitudo 5,3 terjadi pada Senin, 21 September 2026 pukul 15.31 Wita
  • Pusat gempa di laut sekitar 26 kilometer barat daya Pulau Puah
  • Analisis awal mencatat kedalaman 10 kilometer dan pemutakhiran BMKG menyebut 14 kilometer
  • Guncangan terasa pada intensitas IV–V MMI di Luwuk dan II–III MMI di Pohuwato
  • BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami dan mengimbau warga mewaspadai gempa susulan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Data awal BMKG menempatkan pusat gempa pada koordinat 0,70 derajat Lintang Selatan dan 122,45 derajat Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Scroll Kebawah
Advertisement

Dalam laporan analisis yang lebih rinci, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut episenter berada di laut sekitar 26 kilometer barat daya Pulau Puah, pada koordinat 0,70 derajat Lintang Selatan dan 122,46 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 14 kilometer.

Perbedaan kecil pada koordinat dan kedalaman itu berasal dari data awal dan hasil pemutakhiran analisis gempa, bukan dua kejadian yang berbeda.

Menurut Wijayanto, hasil pemodelan BMKG menunjukkan gempa di kawasan Teluk Tomini tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Guncangan Terasa Kuat di Luwuk hingga Pohuwato

BMKG mencatat intensitas guncangan di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, mencapai IV hingga V pada skala Modified Mercalli Intensity atau MMI.

Pada tingkat tersebut, getaran dapat dirasakan banyak orang dan sejumlah benda di dalam bangunan dapat bergoyang atau bergeser.

Guncangan juga dirasakan masyarakat Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, dengan intensitas II hingga III MMI.

Intensitas tersebut menggambarkan getaran yang dapat dirasakan di dalam rumah, menyerupai sensasi ketika kendaraan berat melintas.

BMKG menjelaskan gempa tergolong dangkal dan berkaitan dengan aktivitas sesar aktif.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan sesar mendatar atau strike-slip.

Hingga laporan resmi yang dikutip pada Senin sore, belum ada rincian terverifikasi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa ini.

BMKG Catat Gempa Susulan dan Imbau Warga Tetap Waspada

Wijayanto menyampaikan bahwa pemantauan BMKG hingga pukul 15.50 Wita mencatat satu gempa susulan dengan magnitudo 4,1.

BMKG terus memantau aktivitas gempa dan akan menyampaikan perkembangan melalui saluran informasi resminya.

Masyarakat diminta tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Untuk memantau pembaruan gempa, warga dapat mengakses informasi gempa dirasakan BMKG dan mengikuti arahan petugas setempat.

Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat di wilayah yang merasakan guncangan tetap perlu memperhatikan kondisi bangunan dan perkembangan aktivitas gempa susulan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *