Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 04/11/2026 — Gubernur Andi Sudirman meluncurkan Program Aksi Stop Stunting (ASS) 2026 untuk mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
- Program menjangkau 3.060 desa dan kelurahan di 24 kabupaten/kota
- Pemberian intervensi gizi meliputi PKMK, multivitamin Taburia, MMS, dan susu ibu hamil
- Target peserta adalah balita usia 0–59 bulan bermasalah gizi dan ibu hamil dengan kondisi KEK
- Peluncuran dilakukan di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur, Makassar, Rabu, 04/11/2026
- Gubernur Andi Sudirman menyatakan program akan berlangsung dua bulan hingga akhir Desember
Peluncuran program tersebut berlangsung di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Kota Makassar, Rabu, 04/11/2026. Kegiatan ini dihadiri pemerintah kabupaten/kota, Tim Penggerak PKK tingkat provinsi hingga desa/kelurahan, tenaga kesehatan, serta kader Posyandu.
Jangkauan dan Sasaran
Program ini menjangkau 3.060 desa dan kelurahan di 24 kabupaten/kota. Sasaran intervensi adalah balita usia 0–59 bulan yang mengalami masalah gizi serta ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK) atau berisiko mengalaminya.
Intervensi Gizi
Intervensi mencakup pemberian paket gizi berupa pangan olahan untuk keperluan medis khusus (PKMK), multivitamin Taburia, Multiple Micronutrient Supplements (MMS), dan susu ibu hamil sesuai ketentuan. Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan penjelasan dan pemantauan selama intervensi berlangsung.
“Tahun ini kita melakukan pendampingan melalui PMT lagi untuk melibatkan 3.060 desa kelurahan se-sulawesi selatan, kader desa, PKK, Insya Allah dalam 2 bulan kita laksanakan sampai akhir Desember. Harapan kita ada perubahan signifikan nanti penurunan stunting di Sulawesi Selatan,” kata Andi Sudirman, Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu, 04/11/2026.
Gubernur Andi Sudirman menekankan pentingnya pencegahan sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan kehamilan secara teratur, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pendampingan pemberian ASI dan makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai usia anak.
Langkah Selanjutnya
Ia meminta para kepala daerah se-Sulsel memberikan perhatian dan melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan program di wilayah masing-masing. Dukungan lintas sektor diperlukan, terutama dalam pemenuhan pangan keluarga, penyediaan air minum dan sanitasi layak, perlindungan sosial, serta edukasi masyarakat.
Andi Sudirman menyampaikan penghargaan kepada Tim Penggerak PKK, kader Posyandu, bidan, nutrisionis, dokter, dan seluruh tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan serta pendampingan keluarga. “Harapan saya semua kader semangat, karena ini betul-betul kerja gotong royong untuk masyarakat kita, dan kedua adalah ini anak-anak kita semua yang sangat membutuhkan perhatian dan dukungan,” pungkasnya.
Program direncanakan berlangsung dua bulan hingga akhir Desember 2026.















