Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 24 September 2026 — Polisi mendalami dugaan keterlibatan geng motor Warser dalam tiga lokasi penyerangan di Makassar setelah menangkap Al Kaisar (19), yang disebut sebagai pemimpin kelompok, bersama empat orang lainnya saat mereka sedang live TikTok, Rabu (23/9/2026).
- Al Kaisar dan empat orang lainnya diamankan saat live TikTok
- Penangkapan berlangsung di Jalan Daeng Hayo, Kecamatan Manggala, Rabu 23 September 2026
- Polisi menelusuri dugaan keterlibatan kelompok dalam tiga lokasi kejadian
- Seorang korban dilaporkan mengalami luka akibat anak panah dan parang
- Lima orang masih diperiksa dan polisi mencari pihak lain yang diduga terlibat
Unit Reaksi Cepat Jatanras Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar mengamankan kelima orang itu di sebuah rumah di Jalan Daeng Hayo, Kecamatan Manggala.
Kepala Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, mengatakan penyidik masih memeriksa peran masing-masing orang yang ditangkap.
Menurut Sangkala, Al Kaisar telah diidentifikasi sebagai pemimpin kelompok Warser, sedangkan keterlibatan empat orang lainnya masih didalami.
Polisi Telusuri Dugaan Penculikan dan Penganiayaan
Salah satu perkara yang sedang ditangani polisi ialah dugaan penculikan yang berlanjut dengan penganiayaan terhadap seorang warga.
Dalam peristiwa itu, korban mengalami luka di punggung akibat terkena anak panah dan juga terluka oleh senjata tajam jenis parang, menurut keterangan Sangkala kepada wartawan pada Rabu (23/9/2026).
Penyidik masih menelusuri dugaan keterkaitan kelompok tersebut dengan tiga tempat kejadian perkara di Makassar.
Polisi turut mengamankan sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi kelompok serta barang bukti busur yang berkaitan dengan penganiayaan terhadap korban.
Al Kaisar Disebut Pernah Dipenjara dalam Kasus Penganiayaan
Sangkala menyebut Al Kaisar pernah menjalani hukuman penjara dalam perkara penganiayaan yang melibatkan geng motor.
Meski demikian, polisi masih mendalami motif dan peran setiap orang dalam perkara yang kini diselidiki.
Berdasarkan penyelidikan sementara, kelompok Warser diduga kerap berkonvoi pada malam hari sebelum melakukan penyerangan.
Kelima orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan di Polrestabes Makassar, sementara polisi terus mencari pihak lain yang diduga terlibat.















