Berita

Pemprov Sulsel Gelar SULSEL Cup 2026 Bangun Regenerasi Sepak Bola Mulai Usia Dini

Avatar of Sulsel Times
0
×

Pemprov Sulsel Gelar SULSEL Cup 2026 Bangun Regenerasi Sepak Bola Mulai Usia Dini

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sulsel Gelar SULSEL Cup 2026 Bangun Regenerasi Sepak Bola Mulai Usia Dini
Pemprov Sulsel Gelar SULSEL Cup 2026 Bangun Regenerasi Sepak Bola Mulai Usia Dini
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 15/08/2026 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menggelar SULSEL Cup Usia Dini 2026 untuk memeriahkan Dirgahayu RI ke-81 sekaligus menjadi ruang pembinaan talenta sepak bola kategori U-10 hingga U-15.

Ringkasnya…
  • Pemprov Sulsel gelar SULSEL Cup Usia Dini 2026
  • Kategori U-10 hingga U-15 di Lapangan Mini Soccer PDAM Makassar
  • Erwin Sodding: Turnamen investasi jangka panjang talenta
  • Meriahkan Dirgahayu RI ke-81
  • Target regenerasi pemain ke Timnas Indonesia
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Turnamen yang dibuka hari ini di Lapangan Mini Soccer PDAM Makassar mempertandingkan enam kategori usia mulai U-10 sampai U-15. Ketua Panitia Erwin Sodding menegaskan kompetisi ini dirancang bukan sekadar perebutan gelar juara.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Kami ingin SULSEL Cup tidak berhenti sebagai turnamen yang selesai ketika pertandingan berakhir. Kami ingin menjadikannya bagian dari proses panjang menemukan, membina, dan menjaga talenta-talenta muda Sulawesi Selatan,” kata Erwin, Sabtu, 15/08/2026.

Menurut dia, keberhasilan turnamen diukur dari pengalaman bertanding yang didapat pemain muda dan identifikasi potensi mereka. Sulawesi Selatan memiliki sejarah melahirkan pemain berbakat ke kancah nasional yang perlu dijaga melalui sistem berkelanjutan.

“Hari ini mereka bermain untuk klub dan sekolahnya. Besok mereka bisa bermain untuk daerah. Suatu hari nanti, kita berharap ada di antara mereka yang mengenakan jersey Tim Nasional Indonesia,” ujarnya.

Pembinaan Karakter dan Ekosistem Sepak Bola

SULSEL Cup 2026 juga diposisikan sebagai ruang pembelajaran nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, kepemimpinan, keberanian, dan sikap pantang menyerah. Setiap pertandingan diharapkan menjadi ruang belajar menghormati lawan dan menerima hasil.

Erwin menilai pembinaan konsisten tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tapi membentuk generasi dengan karakter dan mental kompetitif. Ia menekankan perlunya keterlibatan banyak pihak membangun ekosistem pembinaan.

Pemerintah, asosiasi sepak bola, klub, akademi, sekolah, pelatih, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat diminta berperan aktif. Kompetisi usia dini jadi bagian penting agar pemain mengasah kemampuan dan pelatih bisa mengevaluasi serta mengidentifikasi talenta.

Proses Jangka Panjang Menuju Regenerasi

Erwin mengingatkan pembangunan prestasi sepak bola butuh proses dan tidak instan. Anak usia 10 tahun hari ini mungkin baru mencapai puncak prestasi satu dekade mendatang.

“Kita tidak bisa berharap hari ini menanam bibit, besok langsung memetik buah. Sepak bola membutuhkan proses. Karena itu, investasi terbesar kita adalah keberanian untuk membangun pembinaan mulai sekarang,” kata Erwin.

Ia berharap konsistensi penyelenggaraan kompetisi, peningkatan kualitas pelatih, perluasan akses pembinaan, dan identifikasi talenta berkelanjutan memperkuat regenerasi sepak bola Sulsel. Panitia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Andi Sudirman Sulaiman serta seluruh pihak pendukung turnamen ini.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *