Berita

BPSDM Sulsel Gelar Webinar ASN Adaptif Seri ke-65 Fokus Regulasi Emosi, Diikuti 3.767 Peserta

Avatar of Sulsel Times
0
×

BPSDM Sulsel Gelar Webinar ASN Adaptif Seri ke-65 Fokus Regulasi Emosi, Diikuti 3.767 Peserta

Sebarkan artikel ini
BPSDM Sulsel Gelar Webinar ASN Adaptif Seri ke-65 Fokus Regulasi Emosi, Diikuti 3.767 Peserta
BPSDM Sulsel Gelar Webinar ASN Adaptif Seri ke-65 Fokus Regulasi Emosi, Diikuti 3.767 Peserta
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Jumat, 07/08/2026 — Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Webinar ASN Adaptif Seri ke-65 bertema pengelolaan emosi guna meningkatkan kinerja dan mengurangi stres Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ringkasnya…
  • BPSDM Sulsel gelar Webinar ASN Adaptif Seri ke-65
  • 3.767 peserta dari kementerian hingga pemerintah daerah
  • Muhammad Jufri dan Istiana Tajuddin jadi narasumber
  • Kamis lalu secara virtual
  • Perkuat kompetensi regulasi emosi ASN
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kegiatan berlangsung secara virtual melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube BPSDM Sulsel pada Kamis. Webinar ini diikuti 3.767 peserta yang berasal dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten atau kota di seluruh Indonesia.

Scroll Kebawah
Advertisement

Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Jufri, menekankan bahwa pengembangan kompetensi ASN tidak hanya soal pengetahuan dan keterampilan teknis. Kemampuan mengenali serta mengelola emosi saat menjalankan tugas juga vital.

“Kita mencintai pekerjaan kita, tetapi kita juga punya tanggung jawab untuk bekerja dengan baik. Orang-orang hebat tidak akan pernah berhenti belajar untuk menjadi ASN yang unggul berkelas dunia,” kata Muhammad Jufri, Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat, 07/08/2026.

Ia mengapresiasi partisipasi peserta dari berbagai daerah. Ia berharap Webinar ASN Adaptif terus menjadi ruang pembelajaran dengan materi relevan mendukung pengembangan kompetensi ASN menghadapi dinamika birokrasi.

Materi Regulasi Emosi dari Psikolog Unhas

Webinar menghadirkan psikolog sekaligus dosen Program Studi Psikologi Universitas Hasanuddin, Istiana Tajuddin. Ia menjelaskan regulasi emosi sebagai keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih terus-menerus.

Kemampuan tersebut berpengaruh langsung pada kesehatan mental, kualitas komunikasi, dan pembentukan hubungan kerja yang sehat. Menurutnya, orang yang tidak mampu meregulasi emosi lebih rentan mengalami stres, kelelahan emosional, hingga burnout.

“Orang yang tidak mampu meregulasi emosinya lebih rentan mengalami stres, kelelahan emosional, hingga burnout. Sebaliknya, kemampuan mengelola emosi akan membantu kita membangun hubungan kerja yang lebih sehat dan profesional,” kata Istiana Tajuddin, Psikolog dan Dosen Psikologi Universitas Hasanuddin, Jumat, 07/08/2026.

Kebiasaan Sederhana Kelola Emosi

Istiana mengajak peserta membangun kebiasaan sederhana dalam mengelola emosi. Di antaranya memberi jeda sebelum merespons, mengenali sinyal tubuh saat emosi muncul, serta menyampaikan pendapat berdasarkan fakta, prioritas, dan tindak lanjut.

Menurutnya, kemampuan mengendalikan respons menjadi fondasi penting membangun lingkungan kerja profesional. Ia mengaitkan kekuatan dan kebijaksanaan dengan pengelolaan emosi diri.

“Orang yang kuat mampu bertahan saat menghadapi emosinya sendiri. Orang yang bijaksana mampu memahami, mengelola, dan mengekspresikan emosinya dengan tetap menjaga harga diri sendiri serta orang lain,” imbuhnya.

Tantangan di Lingkungan Kerja

Pada sesi diskusi, peserta mengungkap berbagai tantangan nyata. Isu yang muncul meliputi menghadapi karakter pimpinan dan rekan kerja, mengelola dinamika lingkungan kerja yang kurang kondusif, hingga menjaga stabilitas emosi saat melayani masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal berbagi pengetahuan berkelanjutan melalui topik-topik bermanfaat bagi pengembangan kompetensi ASN.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *