Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026 — IHSG anjlok 4,11% ke level 5.941,07 dalam perdagangan hari ini. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penurunan tajam dipicu oleh banyak rumor negatif yang beredar di masyarakat.
- IHSG turun 4,11%
- 5.941,07
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
- Jakarta, Kamis Juni 4 2026
- Rumor negatif dan aksi jual jangka pendek
Purbaya Sebut Rumor Negatif Picu Aksi Jual
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis, Juni 4, 2026.
Menurutnya, penurunan tajam ini terjadi karena banyak isu negatif yang beredar di tengah masyarakat.
“Karena banyak isu-isu negatif,” ujarnya saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Kamis, Juni 4, 2026.
Purbaya mencontohkan rumor bahwa lembaga pemeringkat S&P akan menurunkan peringkat kredit Indonesia. Ia mengaku baru akan bertemu dengan pihak S&P pada malam hari.
“Jadi saya pikir banyak rumor di dalam negeri yang pasti ketika S&P datang ke sini, ada rumor S&P akan mendowngrade. Padahal saya baru mau ketemu nanti malam,” ungkapnya.
Padahal, berdasarkan kondisi fiskal Indonesia, menurut Purbaya, tidak ada masalah berarti.
“Kalau ngelihat kondisi fiskal kita, saya sih gak ada masalah,” imbuhnya.
Fundamental Ekonomi Dinilai Masih Kuat
Purbaya meminta para investor tidak perlu cemas dengan situasi pasar modal saat ini. Menurutnya, fundamental perekonomian Indonesia masih bagus.
Ia menjelaskan bahwa aksi jual yang terjadi merupakan respons jangka pendek investor terhadap rumor yang beredar.
“Jangan takut, fundamental ekonomi bagus. Jadi ini mungkin ada short, takutan orang yang ngapain deh. Fundamental ekonominya bagus, nggak ada masalah,” tuturnya.
Purbaya menambahkan, ketahanan ekonomi tercermin dari pendapatan pajak dan perputaran ekonomi. Daya beli masyarakat dinilai masih kuat, terlihat dari konsumsi yang tetap ramai.
“Saya pikir kalau liburan ke daerah, Jakarta kan kosong. Ternyata Jakarta juga rame. Saya nggak kemana-mana, saya jalan-jalan ke Jakarta, rame juga. Jadi emang masih kuat. Daya beli masyarakat masih cukup kuat,” ungkapnya.
IHSG Cetak Rekor Koreksi 34,96%
Data pergerakan pasar menunjukkan IHSG ditutup turun 4,11% ke level 5.941,07. Pada sesi kedua, indeks sempat menyentuh level 5.842,00, level terendah sejak masa pandemi Covid-19.
Puncak tertinggi IHSG sebelumnya tercatat di level 9.134,70. Koreksi dari titik tertinggi ke posisi terendah mencapai 34,96% dalam waktu kurang dari enam bulan.
Optimisme Pemulihan IHSG
Purbaya yakin IHSG akan kembali menguat karena fondasi ekonomi yang baik. Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa pasar akan pulih.
“Saya yakin akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus,” tutupnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak perlu takut terhadap kondisi ekonomi yang akan jeblok. Konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi diyakini tetap terjaga.















