Bisnis

IHSG Ditutup Naik 1,1% Pekan Ini, Sektor Bahan Baku Jadi Penopang

Avatar of Sulsel Times
0
×

IHSG Ditutup Naik 1,1% Pekan Ini, Sektor Bahan Baku Jadi Penopang

Sebarkan artikel ini
IHSG Ditutup Naik 1,1% Pekan Ini, Sektor Bahan Baku Jadi Penopang
IHSG Ditutup Naik 1,1% Pekan Ini, Sektor Bahan Baku Jadi Penopang
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Sabtu, Mei 23, 2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,10% pada perdagangan Jumat, 22 Mei 2026, di tengah aksi jual investor asing yang masih berlanjut di sesi pertama.

Ringkasnya…
  • IHSG ditutup naik 1,10% di tengah aksi jual asing
  • Nilai transaksi Rp20,01 triliun, kapitalisasi pasar Rp10.635 triliun
  • CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan optimisme jangka panjang
  • Jumat, 22 Mei 2026, di Bursa Efek Indonesia Jakarta
  • Investor asing masih jual bersih Rp340,5 miliar, namun fundamental BUMN dinilai solid
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 67,11 poin ke level 6.162,05. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 5.966,86 hingga 6.171,97. Nilai transaksi tercatat Rp20,01 triliun dengan volume 37,08 miliar saham dan frekuensi 1,93 juta kali.

Sebanyak 466 saham menguat, 271 saham melemah, dan 222 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp10.635 triliun.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp340,5 miliar di seluruh pasar pada sesi pertama. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi tiga emiten dengan net sell asing terbesar.

Pergerakan IHSG

Sektor bahan baku menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 3,38%. Disusul sektor industri yang naik 2,21%, properti 1,10%, dan konsumer non-primer 1,03%. Sebaliknya, sektor utilitas menjadi satu-satunya sektor yang melemah, turun 1,48%.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi kontributor kenaikan indeks terbesar, menyumbang 14,17 poin. Disusul PT Merdeka Gold Resources Tbk (MDKA group) sebesar 12,38 poin dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 9,76 poin.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut mendorong indeks dengan kontribusi 7,84 poin, sementara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyumbang 7,22 poin.

Di sisi lain, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menjadi pemberat terbesar IHSG dengan tekanan 8,35 poin. PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) masing-masing menekan indeks 7,98 poin dan 7,55 poin. Saham TPIA, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga turut membebani.

CEO Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan optimismenya terhadap prospek IHSG. “Yang penting secara menengah ke depannya long run-nya akan baik,” kata Rosan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Menurut Rosan, fundamental saham-saham BUMN masih solid dan menjadi pendorong utama ke depan. “BUMN kami seperti bank-bank Himbara kalau kita lihat justru performance-nya meningkat, yield-nya juga di atas 10-11%,” tegasnya.

Meski investor asing masih melakukan aksi jual bersih, IHSG berhasil ditutup hijau berkat dorongan dari sektor bahan baku dan saham-saham tambang. Penguatan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar domestik masih cukup kuat untuk menahan tekanan eksternal.

Bagi investor, pergerakan IHSG ke depan perlu dicermati terutama dari sektor perbankan dan komoditas yang menjadi motor utama. Sementara itu, investor asing yang masih net sell pantang diabaikan sebagai indikator risiko jangka pendek.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *