Bisnis

MSCI Depak 18 Saham RI, Bos BEI Buka Suara: Pasar Terkendali

Avatar of Sulsel Times
0
×

MSCI Depak 18 Saham RI, Bos BEI Buka Suara: Pasar Terkendali

Sebarkan artikel ini
MSCI Depak 18 Saham RI, Bos BEI Buka Suara: Pasar Terkendali
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Kamis, 14/05/2026 — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) angkat bicara setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengeluarkan 18 saham Indonesia dari konstituen indeksnya. Meski keputusan itu memicu tekanan di pasar saham domestik, regulator memastikan kondisi perdagangan masih berlangsung terkendali tanpa indikasi panic selling.

Hal ini disampaikan dalam konferensi pers bersama yang digelar di Gedung BEI, Jakarta, pada Kamis, 14/05/2026.

Ringkasnya…
  • MSCI mengeluarkan 18 saham Indonesia dari indeks
  • BEI, OJK, KPEI, KSEI menggelar konferensi pers
  • Pjs. Dirut BEI Jeffrey Hendrik: kepastian MSCI kurangi ketidakpastian
  • IHSG turun 3,53% ke 6.723,32; kapitalisasi pasar turun 4,68%
  • Investor asing jual bersih Rp1,531 triliun pada hari yang sama
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Pasar Modal RI Tetap Stabil Meski Ditinggalkan MSCI

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi, Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, Direktur Utama KPEI Iding Pardi, dan Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat hadir secara langsung.

Mereka menegaskan bahwa perdagangan saham domestik masih berlangsung wajar dengan frekuensi dan volume yang relatif terjaga di tengah dinamika global.

Pelemahan pasar dinilai sebagai bagian dari proses penyesuaian portofolio investor global yang telah diantisipasi, sekaligus membuka peluang karena valuasi saham menjadi lebih menarik dibandingkan awal tahun.

“Pernyataan terbaru dari MSCI dipandang sebagai perkembangan positif karena dapat mengurangi salah satu unsur ketidakpastian di pasar, terutama di tengah tingginya volatilitas global akibat gejolak geopolitik, fluktuasi harga komoditas, dan pergerakan mata uang,” kata Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, Kamis, 14/05/2026.

Ia menambahkan bahwa setiap global index provider memiliki metodologi masing-masing yang berbasis faktor kuantitatif dan harus dihormati. BEI fokus pada penguatan reformasi dan mekanisme pasar yang teratur, wajar, dan efisien, bukan melakukan engineering terhadap penilaian indeks.

Data Perdagangan Pekan Ini: IHSG Turun, Asing Jual Bersih

Data perdagangan saham di BEI selama periode 11–14 Mei 2026 menunjukkan tekanan yang cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,53% dalam sepekan ke level 6.723,320, dari posisi 6.936,396 pada pekan lalu.

Kapitalisasi pasar BEI juga turun 4,68% menjadi Rp11.825 triliun dari sebelumnya Rp12.406 triliun.

Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini turun tipis 0,56% menjadi 2,53 juta kali transaksi, sementara rata-rata nilai transaksi harian merosot 18,78% menjadi Rp18,82 triliun. Volume transaksi harian juga turun 22,01% menjadi 35,76 miliar lembar saham.

Investor asing pada hari yang sama mencatatkan nilai jual bersih Rp1,531 triliun. Sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih asing mencapai Rp40,823 triliun.

Meski demikian, regulator optimistis bahwa keluarnya saham dari indeks MSCI Global Small Cap justru mencerminkan potensi peningkatan kapitalisasi pasar ke depan. Kenaikan ke indeks yang lebih tinggi masih tertunda seiring kebijakan freeze MSCI terhadap penambahan konstituen baru dari Indonesia.

Komitmen untuk memperkuat transparansi, tata kelola, dan integritas pasar tetap menjadi prioritas agar emiten Indonesia kompetitif di kancah global.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *