Bisnis

Hashim Bantah Punya Kepemilikan Saham di FolaPlay

Avatar of Sulsel Times
0
×

Hashim Bantah Punya Kepemilikan Saham di FolaPlay

Sebarkan artikel ini
Hashim Bantah Punya Kepemilikan Saham di FolaPlay
Hashim Bantah Punya Kepemilikan Saham di FolaPlay
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 29/06/2026 — Arsari Group membantah kabar yang mengaitkan Hashim S. Djojohadikusumo dengan kepemilikan saham di PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay) serta tuduhan penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi.

Ringkasnya…
  • Arsari Group bantah Hashim punya saham di FolaPlay
  • Tuduhan penggunaan anggaran negara untuk kepentingan pribadi dinilai tidak benar
  • VP Corporate Communications Arsari Group Ariseno Ridhwan beri pernyataan resmi
  • Jakarta, Senin 29 Juni 2026
  • Informasi tak berdasar ini dinilai menyesatkan dan merugikan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Bantahan Resmi Arsari Group

VP Corporate Communications Arsari Group Ariseno Ridhwan menyatakan bahwa informasi yang mengaitkan Hashim S. Djojohadikusumo dengan PT Folago Global Nusantara Tbk (FolaPlay) adalah tidak benar.

Scroll Kebawah
Advertisement

“Kami membantah informasi tersebut karena tidak benar, tidak berdasar, dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi,” tegas Ariseno dalam keterangan tertulisnya, Senin, 29/06/2026.

Arseno menegaskan Hashim maupun Arsari Group tidak memiliki kepemilikan saham di FolaPlay.

Hashim juga tidak memiliki keterlibatan secara langsung maupun tidak langsung sebagai pemegang saham, pemegang saham pengendali, penerima manfaat, pengurus, maupun penasihat perusahaan tersebut.

Tuduhan Anggaran Negara untuk Piala Dunia 2026

Tuduhan yang menyebut anggaran negara untuk penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 digunakan untuk memperkaya Hashim juga dinilai menyesatkan.

“Dengan demikian, tuduhan yang menyatakan bahwa anggaran negara yang digunakan dalam penyelenggaraan dan penayangan Piala Dunia 2026 dimaksudkan untuk memperkaya atau menguntungkan Bapak Hashim S. Djojohadikusumo merupakan informasi yang menyesatkan dan tidak didukung oleh fakta yang dapat diverifikasi,” tutur Ariseno.

Arseno menghormati kebebasan pers dan kebebasan setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat.

Namun kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan akurasi, verifikasi, dan itikad baik.

“Kami juga mencermati bahwa dalam beberapa waktu terakhir berbagai informasi yang tidak akurat, spekulatif, dan bersifat fitnah kerap diarahkan kepada Bapak Hashim S. Djojohadikusumo. Penyebaran tuduhan tanpa dasar yang jelas dan tanpa dukungan bukti yang memadai tidak hanya merugikan pihak yang dituduh, tetapi juga berpotensi menyesatkan masyarakat,” bebernya.

Ajakan untuk Masyarakat

Arseno mengajak masyarakat untuk lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi.

Verifikasi fakta dan penggunaan sumber yang kredibel merupakan langkah penting untuk menjaga kualitas diskursus publik serta mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, maupun informasi yang menyesatkan.

“Pada akhirnya, kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Ruang publik yang sehat hanya dapat terwujud apabila setiap pihak mengedepankan fakta, akal sehat, dan itikad baik dalam menyampaikan maupun menyebarkan informasi. Kami berharap diskursus publik dapat dibangun di atas fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan asumsi maupun penggiringan opini yang berpotensi menyesatkan masyarakat,” tutupnya.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *