Sulseltimes.com, Makassar, Minggu, Mei 17, 2026 — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendorong hilirisasi komoditas perikanan dan kakao guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.
Program ini menargetkan peningkatan ekspor dan penyerapan tenaga kerja. “Hilirisasi menjadi kunci untuk memperkuat ekonomi daerah,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu, Mei 17, 2026.
- Fokus hilirisasi perikanan dan kakao
- Target peningkatan nilai tambah dan ekspor
- Peran dinas terkait dan pelaku usaha
- Program berlangsung di Sulawesi Selatan
- Kutipan dari Kepala Dinas
Langkah Hilirisasi Sektor Unggulan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menggenjot hilirisasi di sektor perikanan dan kakao. Langkah ini diambil untuk memperkuat rantai nilai dari hulu ke hilir.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan menambahkan,
“Kakao Sulsel memiliki potensi besar jika diolah menjadi produk jadi”.
Ia menjelaskan bahwa saat ini sudah ada beberapa investor yang berminat membangun pabrik pengolahan kakao di beberapa kabupaten.
Sektor perikanan juga didorong untuk menghasilkan produk olahan bernilai tinggi seperti fillet dan surimi.
Program hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan dan kakao hingga 30 persen dalam dua tahun ke depan.
Selain itu, penyerapan tenaga kerja di sektor pengolahan diproyeksikan naik signifikan. Pemerintah juga akan memfasilitasi pelaku usaha kecil dan menengah untuk mengakses teknologi pengolahan modern.
Tantangan utama adalah ketersediaan infrastruktur dan modal, namun dengan dukungan pusat dan daerah, target ini dinilai realistis.
Hilirisasi perikanan dan kakao menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam rangka transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal.















