Berita

Cegah Sisa MBG Terbuang, PKK Makassar Bagikan 600 Kotak Makan ke Siswa

Avatar of Sulsel Times
0
×

Cegah Sisa MBG Terbuang, PKK Makassar Bagikan 600 Kotak Makan ke Siswa

Sebarkan artikel ini
Cegah Sisa MBG Terbuang, PKK Makassar Bagikan 600 Kotak Makan ke Siswa
Cegah Sisa MBG Terbuang, PKK Makassar Bagikan 600 Kotak Makan ke Siswa
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 23 Mei 2026 — TP PKK Kota Makassar membagikan 600 kotak makan gratis kepada siswa di enam SMP dalam kampanye Stop Boros Pangan. Program ini bertujuan mencegah sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbuang sia-sia.

Ringkasnya…
  • TP PKK Makassar bagikan 600 kotak makan gratis
  • 600 siswa di enam SMP
  • Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa
  • Sabtu, 23 Mei 2026, enam sekolah di Makassar
  • Mencegah sisa MBG terbuang dan edukasi pengelolaan sampah pangan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Edukasi Stop Boros Pangan di Enam Sekolah

Kegiatan Goes to School ini dilaksanakan di SMP Negeri 11, 53, 4, 32, 55, dan 20 Makassar. Sebanyak 600 siswa menjadi sasaran edukasi dan pembagian kotak makan.

Program ini merupakan inovasi TP PKK Makassar melalui Pokja III yang fokus pada bidang pangan.

Ketua Bidang III TP PKK Kota Makassar, Prof. Khadijah Mahyuddin, mengatakan kegiatan ini lahir dari inisiatif Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa.

“Kami tidak hanya ingin memberikan edukasi, tetapi juga solusi nyata. Anak-anak perlu paham pentingnya menghargai makanan dan tidak membuang makanan yang masih layak konsumsi,” ujarnya saat menutup kegiatan di SMP Negeri 20 Makassar, Sabtu, 23 Mei 2026.

Prof. Khadijah menjelaskan bahwa persoalan sampah makanan menjadi perhatian bersama, terutama di sekolah yang menjalankan program MBG.

Masih ditemukan siswa belum menghabiskan makanan dari program tersebut, sementara wadah yang digunakan tidak bisa dibawa pulang.

Hal ini berpotensi menyebabkan makanan terbuang.

“Kami hadir memberikan solusi melalui pembagian kotak makan. Jika makanan belum habis, anak-anak bisa membawanya pulang dan mengonsumsinya kembali sehingga tidak ada yang terbuang,” tambahnya.

Selain pembagian kotak makan, kampanye ini menghadirkan pemateri dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar dan Komunitas Artani.

Mereka memberikan materi tentang pentingnya mengurangi pemborosan pangan dan mengelola sampah organik.

Siswa diperkenalkan dengan cara pengolahan sampah organik seperti pembuatan kompos, pemanfaatan biopori, dan penggunaan maggot.

Dampak dan Harapan Program

Ketua Pokja III TP PKK Kota Makassar, Dr. Erieka Novianti, menekankan pentingnya edukasi pengelolaan sampah pangan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa sisa makanan yang dibuang sembarangan dapat berdampak pada lingkungan. Melalui edukasi ini, kami berharap lahir kebiasaan baik untuk lebih bijak mengelola makanan dan mengurangi sampah pangan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada awal rangkaian kegiatan, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, secara resmi membuka Goes to School Gerakan Stop Boros Pangan.

Ia menyampaikan bahwa program ini bertujuan membangun kesadaran generasi muda agar lebih menghargai makanan dan menjaga ketahanan pangan sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak memiliki kebiasaan baik, mulai dari menghargai makanan, tidak menyisakan secara berlebihan, hingga memahami bahwa setiap makanan memiliki nilai dan proses panjang. Harapannya, lahir generasi yang lebih peduli terhadap pangan dan lingkungan,” ujarnya.

Kampanye Stop Boros Pangan ini diharapkan mampu menekan angka sisa makanan di sekolah dan membentuk perilaku positif siswa dalam mengelola pangan dan sampah.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *