Sulseltimes.com, Makassar, Sabtu, 23 Mei 2026 — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin membagikan perjalanan hidup dan karier politiknya dalam kuliah umum di Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin.
Ia mengaku pernah kalah dari kotak kosong pada Pilkada Makassar 2018, lalu bangkit hingga akhirnya memenangkan Pilkada 2024.
Kuliah umum bertajuk Sinergi Pemerintahan, Hukum dan Entrepreneurship ini dihadiri ratusan mahasiswa FH Unhas.
- Fakta utama: Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bercerita tentang perjuangan politik dan hidupnya
- Data penting: Ia kalah dari kotak kosong pada Pilkada 2018 dan kalah lagi 2020
- Tokoh: Munafri Arifuddin (Wali Kota Makassar)
- Waktu dan lokasi: Kuliah umum di FH Unhas, Sabtu, 23 Mei 2026
- Dampak: Pesan untuk mahasiswa bahwa tidak ada perjuangan yang berakhir sia-sia
Cerita Perjuangan Politik yang Penuh Tantangan
Munafri yang akrab disapa Appi menceritakan kekalahan paling menyakitkan dalam karier politiknya.
“Tahun 2018 saya maju sebagai calon Wali Kota Makassar. Lawannya kotak kosong, dan saya kalah oleh kotak kosong,” ujarnya, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kekalahan itu membuatnya menarik diri dari ruang publik selama tujuh bulan.
“Selama tujuh bulan saya tidak pernah ke warung kopi. Bukan karena kalahnya, tapi malunya,” kenang Munafri.
Ia kemudian bangkit dan maju kembali pada Pilkada 2020 bersama Rahman Bando, namun kembali kalah di tengah pandemi COVID-19.
“Tahun 2020 saya kalah lagi,” katanya.
Appi tidak menyerah. Pada Pilkada Makassar 2024, bersama Aliyah Mustika Ilham, ia meraih kemenangan dengan perolehan sekitar 54 persen suara.
“Tidak ada perjuangan yang dilakukan sampai tuntas yang berakhir sia-sia. Berjuanglah sampai tuntas untuk mendapatkan apa yang kalian inginkan,” pesannya kepada mahasiswa.
Kuliah Sambil Jadi Penyiar Radio
Selain politik, Munafri juga menceritakan masa mudanya yang penuh keterbatasan ekonomi.
Ia berasal dari keluarga sederhana dan harus membiayai kuliah sendiri setelah semester pertama di Fakultas Hukum Unhas.
“Orang tua cuma membayar satu semester. Setelah itu sampai selesai saya bayar sendiri sambil bekerja sebagai penyiar radio,” ungkap alumni FH Unhas tersebut.
Ia juga mengalami kesulitan berbahasa Inggris saat mulai berkarier di sepak bola profesional. Namun pengalaman itu memotivasinya untuk terus belajar hingga akhirnya dipercaya memimpin PSM Makassar pada 2016 saat klub tengah terpuruk akibat sanksi FIFA.
“Tahun 2019 setelah 19 tahun tanpa trofi, PSM akhirnya juara Piala Indonesia,” bebernya.
Sinergi Pemerintahan, Hukum, dan Entrepreneurship
Dalam kuliah umum, Munafri menekankan pentingnya jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa hukum.
“Kota ini tumbuh dari perdagangan dan jasa. Karena itu kita membutuhkan lebih banyak entrepreneur, lebih banyak pengusaha,” katanya.
Ia juga menyoroti peran hukum sebagai rambu-rambu dalam berbisnis dan berkarier.
“Hukum menjadi rambu-rambu kita dalam melangkah, mengetahui mana yang benar dan mana yang salah,” tuturnya.
Di akhir sesi, Appi mengajak mahasiswa FH Unhas menjadi motor penggerak lahirnya kebijakan publik yang cerdas, berkeadilan, dan berpihak kepada masyarakat.















