Sulseltimes.com, Makassar, Kamis, 20/08/2026 — 180 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Makassar mengikuti Workshop Transformasi Sekolah bertema Strategi Transformasi Sekolah di Era Digital di Auditorium Sekolah Islam Athirah Kajaolalido.
- 180 kepala sekolah ikut workshop transformasi
- Metode OKR dan 8 Standar Nasional Pendidikan
- Sekolah Islam Athirah jadi penyelenggara dan pemateri
- Kamis 20 Agustus 2026 di Auditorium Athirah Kajaolalido
- Diharapkan menghasilkan rencana tindak lanjut terukur
Workshop yang digelar Sekolah Islam Athirah membekali peserta dengan pendekatan Objectives and Key Results (OKR) sebagai metode mendorong perubahan organisasi secara terukur. Peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga mempraktikkan cara memetakan persoalan dan menyusun langkah perbaikan berdasarkan kondisi sekolah masing-masing.
Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril yang menjadi pemateri mengatakan transformasi sekolah perlu dimulai dari kemampuan membaca kondisi internal secara objektif. Melalui delapan Standar Nasional Pendidikan kepala sekolah diarahkan mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki menentukan langkah perbaikan lalu melakukan pengendalian berkala.
“Para kepala sekolah belajar melakukan transformasi dengan mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan. Athirah juga sudah menyusun instrumen dan alat ukur sehingga bisa diketahui bagian mana yang bermasalah. Setelah itu dianalisis diperbaiki dan dikontrol,” kata Syamril, Direktur Sekolah Islam Athirah, Kamis, 20/08/2026.
Menurutnya workshop diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pemahaman. Setiap sekolah perlu memiliki rencana tindak lanjut agar materi diterapkan dalam pengelolaan sekolah.
“Semoga program ini tidak sekadar workshop tetapi juga ada rencana tindak lanjut sehingga sekolah bisa menjadi lebih baik. Athirah siap mendampingi sekolah negeri menjadi lebih baik. Prinsipnya maju bersama bangsa,” katanya.
Peserta Merasa Terbantu Evaluasi Sistematis
Kepala SMP Negeri 30 Makassar Hijriah menilai materi membantu kepala sekolah melihat pengelolaan dari perspektif kepemimpinan dan evaluasi lebih sistematis.
“Saya sangat senang dengan pelatihan pengembangan kompetensi sebagai kepala sekolah. Kami mendapatkan banyak pengetahuan bagaimana menjadi leader di era yang semakin berkembang. Kami juga mendapatkan ilmu bagaimana mengevaluasi sekolah sehingga bisa melihat berbagai kekurangan dan langkah perbaikan ke depannya,” kata Hijriah, Kepala SMP Negeri 30 Makassar, Kamis, 20/08/2026.
Kepala SD Negeri Barombong Hasbillah menyampaikan hal serupa. Ia menilai workshop relevan bagi kepala sekolah yang mendorong perubahan di satuan pendidikan.
“Workshop ini sangat berguna bagi kami para kepala sekolah yang ingin melakukan transformasi dalam dunia pendidikan. Materi yang diberikan memberikan banyak manfaat untuk kemajuan masing-masing sekolah ke depan,” kata Hasbillah, Kepala SD Negeri Barombong, Kamis, 20/08/2026.
Melalui kegiatan ini Sekolah Islam Athirah tidak hanya berbagi praktik pengelolaan tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan satuan pendidikan lain. Pendekatan berbasis evaluasi target dan pengukuran diharapkan membantu kepala sekolah menerjemahkan kebutuhan perubahan menjadi program lebih terarah dan dapat dipantau hasilnya.













