Sulseltimes.com, Toronto, Jumat, 21/08/2026 — Wanita Kanada bernama Lisa Healy salah didiagnosis mengalami depresi selama 22 tahun padahal sebenarnya menderita anemia laten akibat kekurangan zat besi yang parah.
- Lisa Healy salah diagnosis depresi 22 tahun
- Kadar zat besi sangat rendah terungkap belakangan
- Dokter spesialis endokrinologi mendiagnosis anemia laten
- Kasus bermula dari gejala serupa pada ibunya
- Lisa kini menjalani terapi suplemen zat besi dosis tinggi
Lisa Healy (29) mengakui telah menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan label depresi sejak usia 7 tahun. Ia mengonsumsi obat antidepresan selama pandemi COVID-19, namun gejala kelemahan fisik dan rasa apatis tidak kunjung hilang meski suasana hati sedikit membaik.
Berdasarkan laporan Newsweek, gejala yang dialami Lisa seperti kelelahan kronis, energi rendah, sulit berkonsentrasi, brain fog, mudah tersinggung, dan gangguan tidur justru merupakan tumpang tindih gejala kekurangan zat besi dan depresi. Kesamaan gejala inilah yang memicu kesalahan diagnosis yang berlangsung lebih dari dua dekade.
Gejala Tumpang Tindih Sulit Dibedakan
Tim medis menjelaskan kekurangan zat besi dapat meniru gejala depresi secara signifikan. Kondisi ini menyebabkan penurunan kemampuan beraktivitas fisik dan sakit kepala yang sering dikaitkan dengan masalah psikologis.
Lisa sempat pindah ke Bali berharap perubahan gaya hidup meredakan keluhannya. Namun kondisi fisiknya tidak membaik hingga ia menemukan pola serupa pada ibunya yang juga mengalami kesulitan memproses zat meski kadar darah terlihat normal.
Peran Riwayat Keluarga dan Pemeriksaan Lebih Lanjut
Konsultasi dengan dokter spesialis endokrinologi di Bali mengungkap kondisi Lisa sebagai anemia laten. Pemeriksaan lanjutan menunjukkan kemungkinan iron-refractory iron deficiency anemia (IRIDA), gangguan langka di mana tubuh sulit merespons terapi zat besi biasa karena faktor genetik dan ketidakseimbangan hormon.
“Jika terdapat riwayat keluarga gangguan memproses zat besi, kasus jarang seperti IRIDA perlu dievaluasi oleh spesialis hematologi atau genetika,” kata dokter yang menangani kasus Lisa, Jumat, 21/08/2026.
Saat ini Lisa menjalani terapi suplemen zat besi dosis tinggi dikombinasikan vitamin B12, omega-3 dan omega-6, vitamin D, magnesium, serta yodium. Ia dijadwalkan melakukan pemeriksaan darah kontrol kembali setelah tiga bulan untuk memantau perkembangan kadar ferritin dan hemoglobin.









