Viral

Kapal Ikan KM Maulana 23 Dianiaya di Laut Aru, Arafura: Polisi Mendalami Penyelidikan

Avatar of Sulsel Times
0
×

Kapal Ikan KM Maulana 23 Dianiaya di Laut Aru, Arafura: Polisi Mendalami Penyelidikan

Sebarkan artikel ini
Kapal Ikan KM Maulana 23 Dianiaya di Laut Aru, Arafura: Polisi Mendalami Penyelidikan
Kapal Ikan KM Maulana 23 Dianiaya di Laut Aru, Arafura: Polisi Mendalami Penyelidikan
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 05/10/2026 — Kempat anak buah kapal ABK KM Maulana 23 dilaporkan mulai membaik dan dapat berkomunikasi dengan keluarga setelah dianiaya di perairan Laut Aru, Arafura.

Ringkasnya…
  • Kempat anak buah kapal KM Maulana 23 dilaporkan mulai membaik dan dapat berkomunikasi dengan keluarga
  • Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menjelaskan situasi
  • KP Hiu 14 diteruskan untuk mencari dan menghentikan kapal di Laut Aru
  • Aduan masyarakat接受 oleh Ditjen PSDKP
  • KM Maulana 23 dikawal menuju Dobo untuk pemeriksaan lebih lanjut
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, menyatakan bahwa keempat korban kapal tersebut diperbaiki dan kini mampu berkomunikasi dengan keluarga mereka. Kondisi ini diberikan setelah diancam oleh penganiayaan yang berlaku di laut Aru pada saat kapal tersebut berada di perairan tersebut.

Scroll Kebawah
Advertisement

Pemeriksaan lebih lanjut dikelola oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP) melalui pemberian aduan masyarakat. Proses penyelidikan ini didanami oleh KP Hiu 14 yang dikeraskan untuk mencari dan menghentikan KM Maulana 23 di laut Aru, Arafura.

Kapal tersebut telah dihentikan setelah ditangkap oleh pihak terkait. Ketertiban ini terjadi sebagai respons terhadap aduan masyarakat yang mengklaim adanya dugaan kekerasan terhadap kapal kumulo kapal cumi. Proses pemulangan kapal tersebut akan dilaksanakan ke Jakarta setelah pemeriksaan awal selesai.

Status Corban dan Proses Pemeriksaan

Sekarang, keempat korban kapal KM Maulana 23 telah mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Mereka dapat berkomunikasi dengan keluarga mereka, yang merupakan langkah penting dalam proses penyelidikan. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Alrasyidin Fajri, menegaskan bahwa penyelidikan ini masih berjalan dan koordinasi dengan pihak terkait disesuaikan untuk memastikan keselamatan dan identifikasi korban.

Langkah Selanjutnya dan Koordinasi

KP Hiu 14 terus berpartisipasi dalam pencarian dan penghentian CAP KM Maulana 23 di Laut Aru, Arafura. Dalam akun resmi Instagram Direktorat Jenderal Psdkp, dinyatakan bahwa unit pemetaan ini merupakan bagian dari upaya untuk menentuitkan dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Proses pemeriksaan akan dilanjutkan setelah CAP dikembalikan ke Jakarta.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *