ViralBeritaHukum & Peristiwa

Video Kandea Makassar Mencekam Viral, Ratusan Aparat Berjaga Usai Rafli Tewas

Avatar of Sulsel Times
0
×

Video Kandea Makassar Mencekam Viral, Ratusan Aparat Berjaga Usai Rafli Tewas

Sebarkan artikel ini
Suasana malam di kawasan Kandea Makassar setelah tawuran dan kematian Rafli
Suasana malam di kawasan Kandea Makassar setelah tawuran dan kematian Rafli.
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Makassar, Senin, 28 September 2026 — Video suasana mencekam di kawasan Kandea, Makassar, viral setelah ratusan personel gabungan berjaga menyusul kematian Rafli Ramadhani alias Pingky (19) dalam rangkaian tawuran antarkelompok pada Minggu (27/9/2026).

Ringkasnya…
  • Video suasana mencekam di Kandea viral setelah kematian Rafli
  • Ratusan personel gabungan berjaga pada Minggu malam
  • Ketegangan terjadi saat sejumlah warga meluapkan kemarahan kepada aparat
  • Rafli tewas setelah tawuran antarkelompok di sekitar Jalan Al Markaz
  • Lima personel Polsek Tallo diperiksa dan asal proyektil masih didalami
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Rekaman warga yang diterima SulselTimes memperlihatkan kerumunan memenuhi sejumlah ruas di kawasan Kandea pada malam hari.

Scroll Kebawah
Advertisement

Di bagian lain rekaman, terlihat titik api dan percikan di badan jalan ketika situasi keamanan belum sepenuhnya kondusif.

Pengamanan diperketat sekitar pukul 22.30 WITA setelah ketegangan meningkat pascakematian Rafli.

Sejumlah warga yang berada di lokasi terdengar meneriaki aparat dengan kalimat “polisi pembunuh”.

Personel kepolisian berupaya meredam situasi dan meminta warga tidak terpancing hingga bentrokan baru kembali terjadi.

Kematian Rafli Picu Ketegangan di Kandea

Rangkaian peristiwa bermula dari tawuran dua kelompok warga di sekitar Jalan Al Markaz, wilayah Tallo, pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.50 WITA.

Polisi menyebut kelompok yang terlibat berasal dari kawasan Kandea dan Bunga Ejayya dengan jumlah massa diperkirakan lebih dari 100 orang.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Didik Supranoto mengatakan lima personel Polsek Tallo mendatangi lokasi setelah menerima laporan pertikaian.

Menurut keterangan kepolisian, petugas kemudian mendapat serangan berupa lemparan batu dan busur dari massa di lokasi.

Salah satu personel lalu melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan.

Beberapa jam setelah pembubaran, polisi menerima informasi Rafli telah dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut dan meninggal dunia dengan luka yang diduga berkaitan dengan tembakan.

Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani autopsi atas persetujuan keluarga.

Kabar kematian Rafli kemudian memicu perusakan dan pembakaran pos mitigasi gabungan di sekitar pertigaan Jalan Kandea III dan Jalan Bunga Ejayya.

Pos tersebut digunakan bersama oleh warga, kepolisian, TNI, dan unsur pemerintah kecamatan.

Lima Polisi Diperiksa, Asal Tembakan Masih Diusut

Polda Sulsel hingga Senin (28/9/2026) masih mendalami penyebab pasti kematian Rafli.

Lima personel Polsek Tallo yang berada di lokasi pembubaran tawuran diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan serta unsur pengawasan internal.

Pemeriksaan diarahkan pada tindakan personel di lapangan, penggunaan senjata api, serta kesesuaian penanganan dengan prosedur.

Polisi juga menelusuri rekaman kamera pengawas, meminta keterangan saksi, dan melakukan pemeriksaan balistik terhadap senjata serta amunisi yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana menegaskan asal tembakan yang menyebabkan luka pada korban belum dapat dipastikan sebelum seluruh pemeriksaan selesai.

Ia juga meminta warga Kandea dan Bunga Ejayya menahan diri dan tidak terprovokasi selama proses penyelidikan berjalan.

Pada pengamanan Minggu malam, Kapolrestabes Makassar bersama jajaran Polsek Bontoala, Polsek Tallo, dan personel gabungan terlihat berada di sekitar kawasan yang menjadi titik ketegangan.

Informasi lapangan juga menyebut sejumlah orang diamankan dan dibawa untuk pemeriksaan, namun status serta keterkaitan mereka dengan rangkaian tawuran belum dijelaskan secara resmi.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *