Sulseltimes.com — Spotify meluncurkan aplikasi desktop baru bernama Studio yang memungkinkan pengguna membuat podcast otomatis berbasis kecerdasan buatan dari data pribadi mereka, seperti musik, kalender, dan catatan. Aplikasi ini merupakan pesaing langsung Google NotebookLM dan masih dalam tahap uji coba terbatas.
- Spotify Studio
- Podcast AI dari data pribadi
- Pesaing Google NotebookLM
- Research preview 20+ negara
- Pengguna bisa buat audio briefing
Spotify Studio: Aplikasi Desktop Pembuat Podcast AI
Spotify memperkenalkan aplikasi desktop bernama Studio yang dikembangkan oleh tim kecerdasan buatan Spotify Labs.
Aplikasi ini berdiri sendiri dan tidak tergabung dalam aplikasi Spotify biasa.
Studio dirancang untuk membuat konten audio personal berdasarkan preferensi pengguna di Spotify, mulai dari musik, podcast, hingga audiobook yang sering didengarkan.
AI kemudian memadukan preferensi tersebut dengan pengetahuan dari internet untuk menghasilkan konten audio yang lebih personal.
Cara Kerja dan Fitur Utama
Studio dapat terhubung ke berbagai layanan seperti kalender, email, dan catatan pribadi untuk membantu menyusun audio briefing harian.
Akses ke data tersebut tetap mengikuti izin atau consent pengguna.
Spotify menyematkan agen AI dalam Studio yang bisa menjelajah web, meneliti topik tertentu, mengatur informasi, dan membantu menyelesaikan tugas.
Misalnya, pengguna bisa meminta audio briefing untuk rencana liburan lengkap dengan agenda harian, rekomendasi restoran, dan saran podcast.
Studio juga bisa membuat playlist otomatis untuk perjalanan jauh dan menghasilkan podcast singkat untuk mempelajari topik tertentu.
Pengalaman AI dibuat lebih percakapan dan semua hasil dapat terus disempurnakan sesuai permintaan.
Pengguna dapat mengubah nuansa audio atau mengarahkan hasil ke topik lain agar lebih relevan.
Ketersediaan dan Batasan
Spotify menegaskan semua podcast hasil AI di Studio bersifat privat dan tidak tersedia untuk publik.
Studio masih dalam tahap Research Preview atau uji coba awal untuk pengguna terbatas berusia minimal 18 tahun di lebih dari 20 negara.
Spotify mengingatkan bahwa AI masih dapat menghasilkan informasi yang salah atau bertindak di luar dugaan, sehingga pengguna diminta memeriksa hasil sebelum digunakan.
Langkah Spotify dalam Audio AI
Peluncuran Studio memperlihatkan ambisi Spotify untuk memperluas bisnis audio berbasis AI.
Sebelumnya, Spotify sempat merilis alat command-line untuk pengguna platform coding seperti Claude Code dan Codex agar bisa membuat podcast pribadi.
Kini, fitur serupa diperluas lewat aplikasi desktop sehingga dapat dipakai pengguna umum tanpa kemampuan pemrograman.
Konsep podcast AI mulai populer setelah NotebookML milik Google menghadirkan fitur pembuatan podcast otomatis dari dokumen pilihan pengguna beberapa tahun lalu.
Sejak itu, format audio briefing berbasis AI mulai diadopsi berbagai perusahaan teknologi lain seperti Adobe dan ElevenLabs.















