Teknologi

Microsoft Gunakan AI dan UU RICO Lumpuhkan Infrastruktur Malware StealC-Amaday, Lebih 140.000 PC Terinfeksi

Avatar of Sulsel Times
0
×

Microsoft Gunakan AI dan UU RICO Lumpuhkan Infrastruktur Malware StealC-Amaday, Lebih 140.000 PC Terinfeksi

Sebarkan artikel ini
Microsoft Gunakan AI dan UU RICO Lumpuhkan Infrastruktur Malware StealC-Amaday, Lebih 140.000 PC Terinfeksi
Microsoft Gunakan AI dan UU RICO Lumpuhkan Infrastruktur Malware StealC-Amaday, Lebih 140.000 PC Terinfeksi
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 26/06/2026 — Microsoft bersama perusahaan keamanan siber dan penegak hukum internasional berhasil melumpuhkan infrastruktur dua malware berbahaya, StealC dan Amadey, yang menginfeksi lebih dari 140.000 komputer di seluruh dunia hanya dalam dua pekan.

Ringkasnya…
  • Microsoft pimpin operasi gabungan bongkar jaringan malware
  • Lebih dari 140.000 PC terinfeksi dalam dua minggu pertama Mei 2026
  • Microsoft Gunakan AI dan UU RICO, didukung ESET, IBM, Proofpoint, Mitsui Bussan Secure Directions
  • Operasi diumumkan Jumat, 26 Juni 2026, menjangkau infrastruktur global
  • Lebih dari 200 domain command-and-control ditutup, lima orang diduga operator digugat
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Operasi Gabungan Lumpuhkan StealC dan Amadey

Operasi besar ini membongkar rantai pasokan serangan siber yang digunakan para pelaku.

Scroll Kebawah
Advertisement

Microsoft menyebut pendekatan ini sebagai metode baru dalam pemberantasan kejahatan siber.

Perusahaan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat investigasi dan analisis.

Dalam operasi, lebih dari 200 domain dan server command-and-control (C2) yang menjadi tulang punggung penyebaran StealC dan Amadey berhasil ditutup.

Sejumlah perusahaan keamanan siber turut terlibat, antara lain ESET, BitSight, IBM, Proofpoint, dan Mitsui Bussan Secure Directions (MBSD).

Pendekatan Baru dengan AI dan Hukum Mafia

Microsoft menggabungkan analisis berbasis AI dengan Undang-Undang Racketeer Influenced and Corrupt Organizations Act (RICO).

Aturan hukum di Amerika Serikat itu biasa dipakai untuk menangani organisasi kriminal terstruktur.

“Yang baru adalah bagaimana kami mengombinasikan analisis AI dengan penggunaan hukum yang lebih luas,” kata Steven Masada, Assistant General Counsel Microsoft Digital Crimes Unit, Jumat, 26/06/2026.

Tim investigasi Microsoft menggunakan Copilot dan berbagai alat AI lainnya untuk mengungkap keterkaitan kedua malware.

AI memungkinkan peneliti menganalisis kode dan infrastruktur malware dengan bahasa alami tanpa memeriksa manual satu per satu.

Proses yang sebelumnya butuh berjam-jam kini bisa selesai dalam hitungan menit.

Dua Malware, Satu Jaringan Kriminal

StealC merupakan malware pencuri data yang dirancang mengambil kata sandi, cookie, dompet kripto, hingga percakapan aplikasi pesan instan.

Malware itu juga bisa berfungsi sebagai loader untuk mengunduh malware lain.

Sementara Amadey adalah layanan malware-as-a-service (MaaS) yang sering dipakai menyebarkan StealC, trojan akses jarak jauh, penambang kripto, hingga ransomware.

Meski dikembangkan kelompok berbeda, investigasi menemukan keduanya berbagi infrastruktur yang sama.

Temuan itu membuat Microsoft mengajukan gugatan perdata terhadap lima terdakwa yang diduga mengoperasikan kedua malware.

Dalam dokumen pengadilan, Microsoft menyebut para terdakwa menargetkan ratusan ribu pengguna komputer, termasuk pengguna produk dan layanan Microsoft.

Operasi ini menandai langkah baru dalam memerangi kejahatan siber dengan memutus rantai pasokan serangan secara menyeluruh.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *