Bisnis

Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu

Avatar of Sulsel Times
0
×

Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu

Sebarkan artikel ini
Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu
Skandal Besar! Presiden RI dan Satu Dunia Kena Tipu
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 05/07/2026 — Klaim penemuan cadangan emas raksasa di Kalimantan Timur yang mengguncang pasar keuangan global pada 1990-an ternyata hanya rekayasa. Skandal pertambangan Bre-X ini berhasil menipu Presiden Soeharto dan investor di seluruh dunia.

Ringkasnya…
  • Klaim 53 juta ton emas di Busang
  • Perusahaan tambang Kanada Bre-X Minerals
  • Ahli geologi Michael de Guzman hilang misterius
  • Presiden Soeharto dan investor global tertipu
  • Verifikasi Freeport membuktikan tanah Busang tidak mengandung emas
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Klaim Emas Raksasa di Kalimantan

Pada 1993, para ahli geologi dari perusahaan kecil Kanada bernama Bre-X Minerals melakukan perjalanan 12 hari di Kalimantan Timur.

Scroll Kebawah
Advertisement

Mereka menyusuri hutan tropis untuk mencari wilayah bernama Busang yang diduga kaya akan emas, menurut ahli geologi John Felderhof.

Perusahaan kemudian membuat surat terbuka kepada para investor yang menjanjikan prospek kekayaan besar jika Busang digarap serius.

Bre-X mengumumkan bahwa tanah Busang mengandung gunung emas sebesar 53 juta ton.

Saham Bre-X di Kanada langsung meroket ke rekor tertinggi.

BBC International mencatat nilai perusahaan berubah dari sangat kecil menjadi sekitar Rp7 triliun.

Para Petinggi Negara Ikut Kepincut

Di Indonesia, kabar ini menarik perhatian orang-orang dekat Presiden Soeharto.

Pengusaha Bob Hasan dan anak Soeharto, Sigit Harjojudanto, mulai menguasai area penambangan di Busang.

Pada 1997, Bob Hasan mengakuisisi 50% saham dua perusahaan yang menguasai Busang I dan Busang II.

Sigit bahkan dibujuk Bre-X dengan bayaran US$1 juta per bulan agar perusahaannya menjadi konsultan di Busang.

Proyek ini menjadi harapan di tengah ketidakpastian ekonomi Indonesia pada tahun 1990-an.

Keterlibatan Freeport dan Hilangnya Bos Bre-X

Presiden Soeharto mewajibkan perusahaan asing bekerja sama dengan pemerintah.

Ia menunjuk PT Freeport-McMoRan sebagai perusahaan tambang yang mewakili negara dalam proyek Busang.

Freeport menjalankan prosedur verifikasi lapangan dengan mengambil sampel tanah untuk diuji di laboratorium.

Pada hari yang sama saat tim Freeport melakukan verifikasi, tersiar kabar bahwa Direktur Eksplorasi Bre-X, Michael de Guzman, menghilang.

Guzman dikabarkan tewas bunuh diri dengan melompat dari helikopter dalam perjalanan Samarinda-Busang.

Sebuah surat wasiat ditemukan, tetapi jurnalis Bondan Winarno meragukan kebenaran kematian tersebut.

Hasil Verifikasi Freeport Mengungkap Kebenaran

“Kursi belakang dengan satu-satunya penumpang itu sudah kosong, dan pintu kanan helikopter terbuka,” tulis Bondan Winarno dalam laporan investigasinya, Minggu, 05/07/2026.

Tim SAR menemukan mayat yang diyakini Guzman dan dibawa ke Filipina untuk dimakamkan.

Namun, Bondan Winarno yakin bahwa mayat itu bukan Guzman setelah menelusuri hingga Kanada.

Ciri-ciri fisik pada mayat dan Guzman berbeda.

Kesimpulannya, Guzman masih hidup dan sengaja disembunyikan.

Pada saat bersamaan, Freeport merilis hasil verifikasi: tanah Busang tidak mengandung emas.

Peneliti independen juga melaporkan hal serupa – tidak ada emas di batuan Busang dari tahun 1995 hingga 1997.

Dampak Skandal dan Nasib Pelaku

Kabar ini membuat heboh Indonesia karena berhasil menipu Presiden Soeharto.

Saham Bre-X langsung anjlok dan para investor mengamuk.

Beberapa investor bahkan menyandera bos Bre-X, David Walsh, untuk meminta uang mereka kembali.

Butuh waktu lama agar kasus ini mereda, tetapi masih menyisakan tanda tanya, terutama soal hilangnya Guzman.

Mengutip laporan BBC International, sejak kejadian itu batang hidung Guzman tidak pernah terlihat lagi.

Keluarganya yakin dia masih hidup dan dipercaya mengasingkan diri di Amerika Selatan.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *