Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 03/07/2026 — Program Magang Nasional tidak bisa menjadi solusi tunggal mengatasi pengangguran tanpa diiringi penciptaan lapangan kerja baru melalui peningkatan investasi dan kepastian regulasi.
- Program Magang Nasional
- Tidak cukup tanpa lapangan kerja baru
- Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani
- Jumat, 03/07/2026
- Perlunya peningkatan investasi dan kepastian regulasi
Pernyataan Apindo
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai program magang nasional tidak dapat menjadi solusi tunggal untuk mengatasi pengangguran.
Keberhasilan program tersebut harus diiringi dengan penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi dan ekspansi industri.
“Program magang merupakan instrumen yang sangat penting untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja, tetapi tidak dapat menjadi satu-satunya solusi dalam mengatasi pengangguran,” kata Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani melalui jawaban tertulis, Jumat, 03/07/2026.
Kualitas Tenaga Kerja dan Lapangan Kerja Terbatas
Menurut Shinta, persoalan ketenagakerjaan di Indonesia merupakan kombinasi tantangan di sisi kualitas tenaga kerja dan terbatasnya penciptaan lapangan kerja.
Kompetensi lulusan masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Di sisi lain, kemampuan dunia usaha menyerap tenaga kerja baru masih terbatas akibat perlambatan ekonomi dan investasi yang semakin padat modal.
Perlu Kepastian Regulasi
Apindo mendorong pemerintah memberikan kepastian regulasi yang mendorong dunia usaha merekrut pekerja baru.
Peningkatan investasi dan ekspansi industri menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang memadai.
Program magang tetap penting sebagai instrumen peningkatan kesiapan tenaga kerja, namun tidak dapat berdiri sendiri.







