Bisnis

Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026

Avatar of Sulsel Times
0
×

Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026

Sebarkan artikel ini
Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026
Sejumlah Tokoh Penting Ramaikan Jogja Financial Festival 2026
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Yogyakarta, Minggu, Mei 25, 2026 — Jogja Financial Festival (JFF) 2026 sukses digelar di Jogja Expo Center (JEC) dengan menghadirkan sejumlah tokoh penting dan pemimpin perusahaan untuk mendorong literasi keuangan di masyarakat.

Ringkasnya…
  • Jogja Financial Festival 2026
  • Literasi keuangan
  • Anggito Abimanyu, Wawan Harmawan, Mukhamad Misbakhun
  • Yogyakarta, 24 Mei 2026
  • Mendorong literasi dan inklusi keuangan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Acara Pembuka dan Sambutan

Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengajak pelajar dan mahasiswa memanfaatkan festival keuangan ini untuk mengembangkan kualitas diri dan potensi keuangan.

“Sektor keuangan membutuhkan disiplin, tata kelola yang baik, dan pemberdayaan SDM untuk menghasilkan keuntungan,” kata Anggito dalam acara tersebut, Minggu, Mei 24, 2026.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi penyelenggaraan JFF 2026 karena dinilai positif membangun ekonomi Yogyakarta.

“Kami sangat senang. Acara seperti ini membantu perekonomian Jogja karena ekonomi kerumunan. Kami harap bisa digelar setiap minggu,” ujarnya.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengajak pelajar dan mahasiswa memperkuat kualitas diri untuk sukses di era teknologi.

Ia mencontohkan Founder dan Chairman CT Corp Chairul Tanjung yang berasal dari keluarga biasa namun sukses karena kualitas diri.

“Kualitas diri adalah kekayaan yang tidak ternilai. Pak CT bukan dari keluarga siapa-siapa, beliau bisa masuk FKUI karena kapasitas diri,” kata Misbakhun.

Ia mendorong peserta menggunakan kesempatan belajar dari para pakar ekonomi dan keuangan di JFF 2026.

Sesi Business Talks

Dalam sesi business talks, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi membahas evolusi perbankan dan fungsi intermediasi bank.

“Bank mengumpulkan dana masyarakat dan menyalurkannya ke bisnis yang membutuhkan. Dari situ bank mendapat margin,” jelas Hery.

Ia menambahkan bahwa BRI terus bertransformasi digital melalui Brimo Mobile Banking yang kini memiliki lebih dari 60 juta pengguna.

“Transaksi harian Brimo mencapai Rp32 triliun, setahun Rp7.500 triliun,” ujarnya.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Nixon LP Napitupulu mengandalkan KPR subsidi dan digitalisasi untuk memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat unbanked.

“Pertama dari KPR subsidi yang dibatasi maksimum income karena menyasar masyarakat berpenghasilan rendah yang banyak unbanked,” ungkap Nixon.

Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk Anggoro Eko Cahyo menekankan peran perbankan syariah dalam mendorong ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

“Kami membiayai UMKM agar pertumbuhannya sustain dan masuk ke ekosistem syariah seperti pesantren dan halal lifestyle,” kata Anggoro.

Direktur Treasury dan International Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Abu Santosa Sudradjat mengungkapkan digitalisasi dan jaringan global BNI membantu UMKM menembus pasar internasional.

“Kami punya delapan financial center dan 10 cabang internasional sebagai penghubung bisnis Indonesia dengan pasar dunia,” terang Abu.

Direktur Finance dan Strategy PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Novita Widya Anggraini mencatat masih 39 persen transaksi masyarakat bersifat tunai meskipun digital banking tumbuh pesat di kalangan milenial dan Gen Z.

CEO Talks

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto menjelaskan bahwa pertambangan merupakan tulang punggung peradaban dan hanya kurang dari satu persen lahan digunakan untuk kegiatan tersebut.

“Nikel yang diproduksi Vale ini sustainable nikel. Nikel digunakan untuk baterai kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, dan infrastruktur turbin angin,” tegasnya.

Pasar Keuangan dan Modal

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto menyatakan pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN) untuk membiayai APBN secara ekspansif demi pertumbuhan ekonomi.

“APBN adalah instrumen penting pembangunan. Kami desain defisit agar pemerintah bisa belanja lebih besar dan ekonomi bergerak lebih kuat,” ujar Suminto.

PJS Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik optimistis pasar modal Indonesia masih cerah pada 2026. Jumlah investor melonjak dari 4-5 juta saat pandemi menjadi 27,4 juta dalam lima tahun.

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Reynaldi Hermansjah mengatakan SMI menjaga rasio kredit bermasalah tetap rendah meskipun membiayai proyek infrastruktur jangka panjang.

Hingga akhir 2025, SMI telah membiayai 492 proyek secara kumulatif dengan nilai Rp274,96 triliun.

One on One Executive

Kepala Badan Pengaturan BUMN dan Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria menyoroti kontribusi BUMN yang mencapai sepertiga dari APBN melalui dividen dan pajak.

Pada 2025, keuntungan BUMN mencapai Rp335 triliun dan pembayaran pajak Rp215 triliun. Tahun ini Ditargetkan Rp360 triliun, dan dalam tiga tahun ke depan Rp450 triliun.

“Tahun ini kita berharap untung Rp360 triliun. Saat saya pensiun (2029), target keuntungan setidaknya Rp450 triliun,” pungkasnya.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *