Sulseltimes.com, Makassar, Senin, Mei 18, 2026 — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan tidak pernah membuka proses rekrutmen anggota baru di lingkungan instansi pemerintah provinsi. Penegasan ini dikeluarkan menyusul maraknya informasi tentang praktik pembayaran ilegal dengan iming-iming menjadi anggota Satpol PP.
- Satpol PP Sulsel tidak buka rekrutmen anggota baru
- Penipuan modus rekrutmen berbayar
- Andi Arwin Azis, Kepala Satpol PP Sulsel
- Imbauan disampaikan Senin, Mei 18, 2026
- Korban diminta segera melapor ke polisi
Kepala Satpol PP Sulsel Andi Arwin Azis menyatakan secara kelembagaan tidak ada kaitan dengan Satpol PP karena tidak ada rekrutmen tenaga non-ASN sejak semua tenaga sudah terdata untuk diangkat menjadi PPPK.
“Yang pasti secara kelembagaan tidak bisa dikaitkan dengan Satpol PP karena tidak ada rekrutmen tenaga non-ASN sejak semua sudah terdata dalam database untuk diangkat PPPK,” ujarnya, Senin, Mei 18, 2026.
Mekanisme Rekrutmen ASN Ada di BKD, Bukan Satpol PP
Arwin menjelaskan proses rekrutmen ASN memiliki mekanisme resmi yang otoritasnya berada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD), bukan melalui Satpol PP.
Sesuai edaran Kementerian PAN-RB, saat ini pemerintah sudah tidak lagi melakukan perekrutan tenaga honorer dalam bentuk apa pun.
“Padahal rekrutmen ASN ada mekanismenya dan bukan di Satpol PP prosesnya, tetapi di BKD. Segala bentuk perekrutan bukan melalui Satpol PP, melainkan melalui BKD sebagai instansi yang berwenang dalam proses rekrutmen,” katanya.
Klarifikasi Kasus Lama dan Imbauan Masyarakat
Instansi menekankan isu yang kembali mencuat merupakan kejadian lama pada 2022 yang dilakukan oleh oknum untuk kepentingan pribadi. Pihak Satpol PP Sulsel memastikan oknum yang terlibat dalam praktik penipuan tersebut sudah tidak lagi berada di lingkungan kerja Satpol PP.
“Sesuai dengan edaran Kemenpan-RB sudah tidak ada perekrutan tenaga honorer dan Satpol PP Sulsel tidak pernah mengumumkan adanya perekrutan,” tegas Arwin.
Warga yang menjadi korban penipuan diminta untuk segera menempuh jalur hukum agar persoalan dapat diproses secara tuntas oleh kepolisian. Satpol PP Sulsel menyatakan siap mendukung aparat penegak hukum dalam penyelidikan terhadap oknum yang mencatut nama institusi.
“Kita turut prihatin dengan kejadian ini dan kita harapkan korban segera melapor ke polisi agar oknum bisa ditindak sesuai dengan kesalahannya,” tuturnya.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Masyarakat Satpol PP Sulsel A Rizki Melta S mengingatkan masyarakat agar selalu melakukan verifikasi terhadap informasi kepegawaian melalui kanal resmi pemerintah. Pengawasan internal terus diperkuat guna memastikan tidak ada jajaran yang terlibat dalam praktik yang merugikan publik.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terperdaya dengan iming-iming oknum yang menjanjikan penerimaan atau kelulusan,” pesannya.
Satpol PP Sulsel tidak membuka rekrutmen anggota baru. Masyarakat diimbau waspada terhadap penipuan bermodus rekrutmen berbayar dan melapor ke kepolisian jika menemukan praktik serupa.
Instansi juga memperkuat pengawasan internal untuk mencegah penyalahgunaan nama institusi.















