Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 16/08/2026 — Pasar modal Indonesia masih membutuhkan katalis positif untuk menarik aliran dana asing jangka panjang meski valuasi sudah sangat menarik dan capital inflow year to date mencapai Rp 195 triliun.
- Pasar modal butuh katalis positif tarik dana asing
- Capital inflow YTD Rp 195 triliun tapi asing dominan di SRBI
- Rebalancing MSCI November 2026 jadi perhatian utama
- Genta Wira Anjalu CIO Sinarmas Asset Management
- Ketidakpastian rebalancing hambat dana pasif asing
Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management Genta Wira Anjalu menilai rebalancing MSCI November 2026 menjadi sentimen utama yang diperhatikan pelaku pasar. Kepastian rebalancing tersebut dinilai krusial bagi masuknya dana pasif asing ke pasar keuangan Indonesia.
“Jika kepastian rebalancing MSCI masih belum jelas maka dana pasif dari asing akan sulit masuk ke RI,” kata Genta Wira Anjalu, Chief Investment Officer Sinarmas Asset Management, Minggu, 16/08/2026.
Valuasi Murah dan Kinerja Emiten Membaik
Genta menyoroti daya tarik fundamental pasar saham dan obligasi Indonesia saat ini sudah sangat menarik. Valuasi pasar dinilai sangat murah sementara kinerja emiten terus menunjukkan perbaikan.
Realisasi capital inflow year to date telah mencapai Rp 195 triliun. Namun, komposisi dana asing tersebut masih banyak tertumpu pada instrumen tenor pendek yaitu Surat Berharga Bank Indonesia (SRBI).
Perlu Kepastian untuk Dana Jangka Panjang
Masih tingginya porsi dana asing di tenor pendek menunjukkan investor asing belum sepenuhnya yakin untuk mengunci investasi jangka panjang di pasar domestik. Kepastian terkait jadwal dan komposisi rebalancing MSCI diharapkan menjadi pemicu masuknya dana jangka panjang.
Tanpa katalis jelas tersebut, aliran dana asing cenderung bersifat spekulatif dan sensitif terhadap perubahan sentimen global.















