Berita

Pakar Agama Eropa Desak Korea Selatan Bebaskan Ketua Shincheonji Lee Man-hee

Avatar of Sulsel Times
0
×

Pakar Agama Eropa Desak Korea Selatan Bebaskan Ketua Shincheonji Lee Man-hee

Sebarkan artikel ini
Pakar Agama Eropa Desak Korea Selatan Bebaskan Ketua Shincheonji Lee Man-hee
Pakar Agama Eropa Desak Korea Selatan Bebaskan Ketua Shincheonji Lee Man-hee
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Roma, Sabtu, 15/08/2026 — Para pakar agama Eropa mendesak pemerintah Korea Selatan membebaskan Ketua Gereja Shincheonji Lee Man-hee berusia 95 tahun yang ditahan sejak Juni lalu atas tuduhan pelanggaran Undang-Undang Partai Politik.

Ringkasnya…
  • Pakar agama Eropa desak pembebasan Lee Man-hee
  • Ketua Shincheonji berusia 95 tahun ditahan sejak Juni
  • Konferensi EuARe di Roma membahas kasus ini
  • Para pakar sebut penahanan melanggar Aturan Mandela
  • Organisasi HAM internasional ajukan keluhan ke PBB
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Desakan itu disampaikan dalam Konferensi Tahunan ke-9 Akademi Agama Eropa (EuARe) di Roma Italia awal Juli lalu. Para akademisi menilai penahanan terhadap lansia atas tuduhan non-kekerasan melanggar standar hukum internasional.

Scroll Kebawah
Advertisement

Dr Massimo Introvigne Pendiri dan Direktur Eksekutif Pusat Studi Agama-Agama Baru (CESNUR) menyatakan di negara Uni Eropa undang-undang mewajibkan tahanan rumah bagi tersangka di atas 80 tahun kecuali untuk kejahatan kekerasan berdarah. “Di sini tentu saja tidak ada kejahatan berdarah dan tuduhan yang diajukan adalah pelanggaran undang-undang pemilu” kata Introvigne Sabtu, 15/08/2026.

Pelanggaran Aturan Mandela

Introvigne menegaskan penahanan sementara tidak boleh menjadi aturan umum berdasarkan Aturan Mandela Perserikatan Bangsa-Bangsa. Ia menilai kasus ini sebagai skandal yang tak termaafkan yang menyembunyikan dendam politik dan agama.

Eric Roux Presiden Forum Antaragama Eropa untuk Kebebasan Beragama (EIFRF) menegaskan penahanan pria berusia 95 tahun tidak selaras dengan martabat manusia. “Bahkan jika tuduhan itu benar Anda tidak akan memenjarakan pria seusia itu seperti yang terjadi saat ini” kata Roux Sabtu, 15/08/2026. Ia mendesak peninjauan kasus segera untuk melindungi reputasi Korea Selatan.

Keprihatinan Hak Asasi Manusia

Pengacara hak asasi manusia Alessandro Amicarelli Ketua Federasi Eropa untuk Kebebasan Beragama (FOB) mengungkapkan kekecewaan atas pelanggaran konstitusi dan landasan hak asasi manusia Korea Selatan. “Kita tidak bisa menerima bahwa seorang pemimpin agama di negara demokrasi pada usia 95 tahun harus menghadapi tekanan semacam ini” kata Amicarelli Sabtu, 15/08/2026.

Lee Man-hee ditahan 24 Juni dan didakwa 30 Juni lalu. Kepolisian dan Kejaksaan menuduh ia mengarahkan pendaftaran massal sekitar 50.000 jemaat ke sebuah partai politik antara Juli 2021 dan Januari 2024. Gereja Shincheonji menyatakan keanggotaan berpartisipasi sukarela dan pihak gereja bekerja sama penuh selama penyidikan.

Gereja menilai penahanan lansia 95 tahun merupakan hukuman fisik. Gereja menekankan dukungan internasional terus meningkat dan pembebasan segera Lee Man-hee diperlukan untuk menjamin kebebasan beragama dan hak asasi manusia sebagai nilai inti demokrasi.

Keluhan ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB

Organisasi United for Human Rights dan CAP-LC menyerahkan pernyataan bersama ke sidang ke-62 Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) Mei lalu. Kedua organisasi menilai situasi di Korea Selatan semakin memburuk dan penargetan Shincheonji oleh satuan tugas gabungan Desember 2025 bertentangan dengan asas praduga tak bersalah dan ICCPR.

Mereka mendesak Pemerintah Korea Selatan menegaskan komitmen terhadap kebebasan beragama non-diskriminasi dan netralitas negara. Tekanan internasional terus meningkat seiring dukungan tokoh-tokoh terkemuka dunia.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *