Bisnis

MSCI Equarkan Konsultasi Degradasi Pasar RI, OJK hingga DPR Respons Percepat Reformasi

Avatar of Sulsel Times
0
×

MSCI Equarkan Konsultasi Degradasi Pasar RI, OJK hingga DPR Respons Percepat Reformasi

Sebarkan artikel ini
MSCI Equarkan Konsultasi Degradasi Pasar RI, OJK hingga DPR Respons Percepat Reformasi
MSCI Equarkan Konsultasi Degradasi Pasar RI, OJK hingga DPR Respons Percepat Reformasi
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 18/10/2026 — Rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia ke standalone market menarik respons cepat dari OJK, Airlangga Hartarto, DPR, dan Danantara usai IHSG anjlok sejarah.

Ringkasnya…
  • MSCI memulai konsultasi penurunan klasifikasi pasar RI ke standalone market
  • IHSG anjlok 11,57% usai pengumuman, terdalam sejak 1998
  • OJK menilai pasar tetap prospektif dan komitmen reformasi berlanjut
  • Airlangga Hartarto heran soal waktu pengumuman, tenggat diperpanjang ke Juni depan
  • DPR, Danantara, dan Kapolri turun ke BEI memastikan percepatan pembenahan
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Pengumuman MSCI mengenai periode konsultasi penurunan status dari emerging market menjadi standalone market memicu gelombang kekhawatiran investor. Imbasnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok 11,57% pada hari Jumat, penurunan harian terdalam sejak krisis keuangan 1998.

Scroll Kebawah
Advertisement

Keputusan MSCI belum final. Masih ada periode konsultasi berlangsung hingga bulan depan dan keputusan final ditargetkan rilis paling lambat pada bulan Juni tahun depan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan akan menghormati pandangan MSCI serta terus melakukan pembenahan atas masukan yang diberikan. Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik, didukung fundamental ekonomi yang terjaga, basis investor bertumbuh, valuasi kompetitif, dan kinerja emiten positif.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menambahkan masukan MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal. OJK berkomitmen memperkuat penegakan hukum dan melanjutkan engagement konstruktif dengan penyedia indeks global serta investor institusi.

Respons Pemerintah dan Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan heran atas waktu pengumuman MSCI. Menurutnya, pertemuan dengan pejabat MSCI di Bangkok seminggu sebelumnya tidak membahas hal tersebut. Airlangga menegaskan pemerintah tidak ingin berprasangka negatif (suudzon) dan akan mencermati perkembangan tersebut.

Fokus utama menurut Airlangga adalah implementasi aturan dan langkah aksi dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Ia menyoroti pergeseran tenggat waktu MSCI yang awalnya dikaitkan November kini mundur ke Juni tahun depan, memberikan kepastian bagi agenda reformasi.

DPR, Danantara, dan Kapolri Tinjau BEI

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco bersama CEO Danantara Rosan Roeslani, COO Danantara Dony Oskaria, dan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto langsung meninjau BEI untuk memastikan pembenahan berjalan. Dasco menyatakan DPR terus mengawasi dan meminta otoritas bursa mengakomodasi masukan lembaga rating internasional termasuk MSCI.

Dasco mengaku telah melakukan rapat koordinasi dengan pimpinan OJK, Danantara, dan Kapolri untuk menyinkronkan langkah percepatan reformasi dan penegakan hukum di pasar modal.

Pemerintah dan otoritas terkait terus mengkoordinasikan langkah reformasi menunggu keputusan final MSCI pada periode konsultasi yang berlangsung.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *