Sulseltimes.com, Sabtu, 17/10/2026 — Seorang tentara aktif Amerika Serikat didakwa menggunakan informasi rahasia pemerintah untuk memasang taruhan di pasar prediksi Polymarket.
- Terdakwa adalah prajurit aktif AS Gannon Ken Van Dyke
- Jaksa menuduh informasi rahasia dipakai untuk taruhan terkait operasi militer di Venezuela
- Keuntungan yang diduga diperoleh mencapai lebih dari US$400 ribu
- Dakwaan mencakup penipuan komoditas, penipuan elektronik, dan transaksi moneter melawan hukum
- Dakwaan belum merupakan putusan bersalah
Departemen Kehakiman AS mengumumkan pembukaan dakwaan terhadap Gannon Ken Van Dyke pada 23 April 2026.
Menurut jaksa federal, Van Dyke membuat akun Polymarket pada 26 Desember 2025 dan memasang sekitar 13 taruhan terkait operasi militer AS di Venezuela serta posisi Nicolás Maduro.
Diduga Meraup Lebih dari US$400 Ribu
Dakwaan menyebut Van Dyke memperoleh lebih dari US$400 ribu dari perdagangan tersebut. Sebagian hasilnya diduga dipindahkan ke penyimpanan aset kripto di luar negeri dan kemudian ke akun broker daring.
Jaksa juga menuduh Van Dyke berupaya menyembunyikan identitas setelah perdagangan tidak biasa menjadi sorotan publik.
Sejumlah Tuduhan Federal
Perkara tersebut mencakup tuduhan pencurian informasi pemerintah nonpublik, penipuan komoditas, penipuan elektronik, serta transaksi moneter yang melanggar hukum.
Polymarket dilaporkan mengidentifikasi aktivitas mencurigakan dan bekerja sama dengan Departemen Kehakiman AS.
Seluruh tuduhan dalam dakwaan masih harus dibuktikan di pengadilan. Van Dyke tetap dianggap tidak bersalah sampai ada putusan yang berkekuatan hukum.





