Viral

Menguak Cara Soeharto Pilih Pembantu dan Pengaruh Kejawen dalam Kepemimpinannya

Avatar of Sulsel Times
0
×

Menguak Cara Soeharto Pilih Pembantu dan Pengaruh Kejawen dalam Kepemimpinannya

Sebarkan artikel ini
Menguak Cara Soeharto Pilih Pembantu dan Pengaruh Kejawen dalam Kepemimpinannya
Menguak Cara Soeharto Pilih Pembantu dan Pengaruh Kejawen dalam Kepemimpinannya
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 09/06/2026 — Presiden ke-2 RI Soeharto dikenal tidak hanya tegas dalam memimpin, tetapi juga mengambil keputusan berdasarkan kalkulasi politik dan tradisi kebatinan Jawa.

Ringkasnya…
  • Laku spiritual Soeharto
  • Perpaduan politik dan kejawen
  • Penulis Bambang Wiwoho
  • Jakarta, 09/06/2026
  • Pengaruh pada rekrutmen pembantu
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Laku Spiritual yang Membentuk Kepemimpinan

Penulis buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia dan Kejawen, Bambang Wiwoho, menilai Soeharto adalah pemimpin yang menggabungkan perhitungan rasional dengan feeling kebatinan.

“Orang yang menjalani laku spiritual pasti akan membentuk cita dirinya. Memang setiap orang akan berbeda dalam memetik perjalanan spiritualnya,” kata Wiwoho, Selasa, 09/06/2026.

Ia menjelaskan Soeharto menggunakan feeling itu untuk merumuskan strategi politik selama masa pemerintahannya.

“Pak Harto menyerap energi alam, atau yang disebut Joyo Prabowo,” lanjutnya.

Kedua, Soeharto menjalani Cipta Roso Karso, yang dalam Islam dikenal dengan istilah napsu, kalbu, dan akal pikiran.

“Hal yang sama sebenarnya juga dilakukan oleh beberapa pimpinan terkenal dunia, hanya saja berbeda sebutannya. Intinya adalah bagaimana dalam membuat kebijakan bukan hanya memperhitungkan angka tapi juga harus selaras dengan alam dan rasa manusiawi,” ungkapnya.

Cara Soeharto Merekrut Pembantu

Wiwoho menjelaskan isi bukunya mengupas bagaimana laku spiritual membentuk sikap hidup, cara berpikir, hingga perilaku Soeharto dalam kehidupan sehari-hari.

Termasuk di dalamnya cara Soeharto memilih para pembantunya untuk menjalankan roda pemerintahan.

“Kalau mistis itu gambaran selama ini kita kenal ada makhluk gaib. Tapi kalau di gambaran ini nanti akan ketemu hal-hal lain,” ucap dia.

“Kemudian, buku ini sebetulnya tulisan laku spiritual Pak Harto yang mempengaruhi sikap hidup, cara pandang, perilaku Pak Harto dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di antaranya yang mempengaruhi bagaimana Pak Harto merekrut para pembantunya,” sambungnya.

Wiwoho menambahkan, kiprah Soeharto sebelumnya telah ditulis dalam buku Tonggak-Tonggak Orde Baru yang mencapai hampir 1.500 halaman. Namun ada masukan dari sejumlah pihak agar masalah laku spiritual diterbitkan terpisah.

“Jadi buku Laku Spiritual Pak Harto yang lebih simpel, lebih kecil, lebih praktis, lebih enak dibaca. Dari diskusi dengan Pak Tra, ditambahlah analisis SWOT ala Jawa,” pungkasnya.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *