Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 19/07/2026 — Dua wanita terlibat keributan di dalam KRL Commuter Line Cikarang-Kampung Bandan dipicu dugaan perselingkuhan dan diturunkan petugas di Stasiun Bekasi Timur.
- Keributan terjadi di KRL Commuter Line Cikarang-Kampung Bandan
- Penyebab utamanya dugaan perselingkuhan melibatkan suami istri dan orang ketiga
- KAI Commuter mengamankan pelaku di Stasiun Bekasi Timur
- Kedua pihak diberikan peringatan keras
- Pengguna diminta menjaga ketertiban di transportasi publik
Kronologi Keributan di KRL
Video keributan di dalam rangkaian Commuter Line Cikarang-Kampung Bandan menjadi viral di media sosial.
Rekaman menampilkan dua wanita terlibat adu mulut hingga saling makian.
Salah satu wanita menuding lawannya sebagai orang ketiga dalam rumah tangganya.
Seorang pria diduga suami terlihat berusaha melerai pertikaian.
Penumpang dan petugas keamanan turun tangan menghentikan kekacauan.
Penjelasan KAI Commuter
KAI Commuter membenarkan insiden kegaduhan di Commuter Line Cikarang Nomor 5179B relasi Cikarang-Kampung Bandan.
Public Relations Manager KAI Commuter Leza Arlan mengatakan petugas pengamanan segera menangani kejadian dan menurunkan pihak yang terlibat di Stasiun Bekasi Timur.
“Usai dimintai keterangan oleh petugas di pos pengaman stasiun bahwa kegaduhan dipicu oleh permasalahan keluarga suami istri,” kata Leza Arlan, Public Relations Manager KAI Commuter, Minggu, 19/07/2026.
Menurut Leza peristiwa itu sempat mengganggu kenyamanan pengguna lain.
Petugas mengamankan dan menurunkan kedua pengguna untuk ditindaklanjuti di Stasiun Bekasi Timur.
Setelah dimintai keterangan keduanya diberikan peringatan agar tidak kembali membuat kegaduhan di dalam Commuter Line maupun area stasiun.
Imbauan Ketertiban
KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna untuk menjaga ketertiban selama menggunakan transportasi publik.
“Mari bersama kita saling menghormati dan menjaga kenyamanan pengguna lainnya saat berada di dalam perjalanan Commuter Line,” tutup Leza.









