Sulseltimes.com, Jakarta, Selasa, 09/06/2026 — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) merampungkan pembentukan holding manajer investasi Himbara dengan menggabungkan empat MI bank BUMN ke dalam PT Danareksa (Persero) pada bulan Juni 2026. Langkah ini diproyeksikan menjadikan Danareksa sebagai perusahaan manajemen aset terbesar kedua di Indonesia dengan total dana kelolaan Rp185 triliun.
- Merger empat MI bank BUMN selesai Juni 2026
- Total dana kelolaan Rp185 triliun
- BPI Danantara dan PT Danareksa
- Jakarta, Juni 2026
- Danareksa jadi manajemen aset terbesar kedua di Indonesia
Integrasi Empat Manajer Investasi Bank BUMN
Chief Operating Officer Danantara Dony Oskaria mengatakan penggabungan manajer investasi bank BUMN akan rampung pada bulan ini.
“Penggabungan MI-MI bulan ini dong,” ujarnya usai rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI, Selasa, 09/06/2026.
Empat MI yang dimaksud adalah PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BRI Manajemen Investasi, PT BNI Asset Manajemen, dan PT PNM Investment Manajemen.
Seluruh perusahaan ini akan dikonsolidasikan ke dalam satu entitas besar di bawah Danareksa.
Dony juga menyebut bahwa proses spin-off Danareksa telah selesai.
“Spin-off daripada Danareksa sudah beres. Kemudian semakin lama semuanya semakin bagus,” ungkapnya.
Transformasi Model Bisnis Danareksa
Dony menjelaskan Danareksa akan kembali ke khitahnya sebagai perusahaan pengelola aset.
“Jadi nanti Danareksa itu akan menjadi asset management kembali ke khitahnya,” ujarnya saat ditemui di kawasan Kilang Pertamina Cilacap, Selasa, 09/06/2026.
Ia menambahkan Danareksa tidak lagi menjadi holding dengan portofolio beragam seperti karya, keuangan, hingga kawasan industri.
Seluruh lini tersebut akan dipilah dan dikelompokkan berdasarkan kesamaan bisnis, lalu dipisahkan dari Danareksa.
Dengan integrasi ini, total dana kelolaan Danareksa diproyeksikan mencapai Rp185 triliun.
Pemerintah berharap transformasi ini membuat Danareksa beroperasi lebih efisien dan profesional dalam mengoptimalkan nilai aset negara.















