Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 19/09/2026 — Made in Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia, termasuk melalui kehadiran produk VinFast yang diproduksi secara lokal.
- VinFast MPV 7 ditawarkan Rp 330 jutaan dengan gratis biaya charging 2 tahun
- Biaya operasional EV lebih hemat dibanding kendaraan komersial
- Pengamat Otomotif Bebin Djuana sebut EV komersial punya potensi pertumbuhan
- Taksi EV sudah massif di Indonesia
- Pengembangan EV butuh dukungan ekosistem termasuk SPKL
CEO VinFast Southeast Asia, Antonio Zara, mengungkapkan bahwa kendaraan listrik menawarkan efisiensi yang lebih tinggi sekaligus menekan biaya operasional. Hal ini sejalan dengan program transisi energi yang sedang berjalan.
Salah satu produk unggulan VinFast adalah MPV 7, mobil keluarga dengan tujuh kursi yang ditawarkan seharga Rp 330 jutaan dengan penawaran gratis biaya charging selama dua tahun.
Jika dibandingkan dengan kendaraan komersial lainnya, biaya operasional EV lebih hemat. Kendaraan konvensional membutuhkan biaya lebih dari Rp 900 ribu untuk jarak tempuh 400 hingga 500 kilometer per bulan, sehingga EV menjadi pilihan yang lebih ekonomis.
Kendaraan Listrik Komersial Punya Potensi Besar
Pengamat Otomotif Bebin Djuana menyebutkan bahwa kendaraan listrik komersial menjadi segmen EV dengan potensi pertumbuhan signifikan di Indonesia.
Menurut Bebin Djuana, penggunaan taksi EV sudah semakin massif di Indonesia, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap peran EV. VinFast turut menggerakkan segmen ini melalui taksi Green SM.
Sementara itu, VinFast terus mengembangkan kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik untuk kendaraan ritel maupun komersial. Perusahaan juga membangun pabrik di Indonesia guna mendukung produksi lokal.
Ekosistem Pendukung Masih Diperlukan
Pengembangan kendaraan listrik membutuhkan dukungan ekosistem yang utuh, termasuk ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL).
Selengkapnya mengenai potensi dan tantangan EV dapat dilihat dalam dialog AutoBizz di CNBC Indonesia, yang menghadirkan Antonio Zara dan Bebin Djuana.
Polisi masih mendalami kasus dan belum menutup kemungkinan penambahan tersangka.












