Sulseltimes.com, Jakarta, Jumat, 18/09/2026 — Komisaris Independen PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), Agus Tjahajana Wirakusumah, menunjukkan tekanan daya beli dan perubahan teknologi sebagai tantangan utama industri otomotif Indonesia di 2026.
- Agus Tjahajana Wirakusumah menekankan tekanan daya beli dan perubahan teknologi sebagai tantangan industri otomotif Indonesia di 2026
- Penjualan otomotif dalam 10 tahun terakhir berada di bawah 1 juta unit per tahun
- Industri komponen harus menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar
- Pengembangan EV mencakup kendaraan berbasis NCM dan LFP
- Ulasan tersebut disajikan dalam program Closing Bell CNBC Indonesia
Tantangan Industri Otomotif
Komisaris Independen PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), Agus Tjahajana Wirakusumah, mengatakan bahwa tekanan daya beli dan perubahan teknologi menjadi dua tantangan utama industri otomotif Indonesia di 2026.
Dalam 10 tahun terakhir, penjualan otomotif berada di bawah 1 juta unit per tahun, yang menekan industri.
Perubahan teknologi dari kendaraan internal combustion engine (ICE) menuju era electric vehicle (EV) menjadi persoalan yang harus dihadapi oleh industri lokal.
Tantangan ini turut berdampak pada industri komponen, yang harus menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar, khususnya dalam pengembangan EV dengan teknologi NCM (Nickel Cobalt Manganese) dan LFP (Lithium Ferro-Phosphate).
Dalam program Closing Bell, CNBC Indonesia, Shafinaz Nachiar berbincang dengan Agus Tjahajana Wirakusumah untuk membahas prospek dan tantangan industri otomotif di tengah pengembangan EV.









