Sulseltimes.com, Jakarta, Rabu, 17/06/2026 — Pengusaha pusat belanja memilih fokus ekspansi ke luar Jawa saat daya beli kelas menengah bawah melemah dan biaya operasional naik lebih dari 30 persen.
- Tingkat kunjungan masyarakat stabil
- Biaya operasional naik lebih dari 30%
- Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja
- Pelemahan Rupiah dan kenaikan harga BBM
- Ekspansi pusat belanja baru difokuskan di luar Jawa
Kunjungan ke Pusat Belanja Relatif Stabil
Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengatakan tingkat kunjungan masyarakat ke pusat belanja tetap stabil meski ada gejolak ekonomi global.
Pusat belanja tetap menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat, meskipun pola belanja bergeser ke produk dengan harga yang lebih murah.
Pelemahan daya beli kelas menengah bawah mendorong masyarakat untuk lebih memilih barang dengan unit price rendah.
Faktor yang Mempengaruhi Bisnis Pusat Belanja
Pola belanja masih tergantung pada musim dan situasi tertentu.
Saat ini industri sedang memasuki masa low season setelah momen Ramadan dan Lebaran.
Pelemahan nilai tukar Rupiah dan kenaikan harga BBM akibat gejolak global turut mendorong biaya logistik meningkat.
Akibatnya, biaya operasional pusat belanja melonjak lebih dari 30 persen.
Ekspansi Difokuskan ke Luar Jawa
Di tengah tantangan tersebut, pengusaha pusat belanja mengalihkan fokus ekspansi ke luar Pulau Jawa.
Potensi segmen pasar menengah bawah di luar Jawa dinilai masih cukup menjanjikan.
Langkah ini menjadi strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis di tengah kondisi ekonomi yang sulit.







