Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 31/08/2026 — PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$309,4 juta di semester I 2026, naik 76,8% dari periode sama tahun lalu.
- Laba bersih ADRO naik 76,8% jadi US$309,4 juta
- Pendapatan usaha tumbuh 16,5% ke US$999,2 juta
- Beban pokok pendapatan hanya naik 0,55%
- Aset total mencapai US$7,8 miliar
- Kinerja didorong efisiensi biaya dan kontribusi ventura bersama
Kenaikan laba signifikan didorong pertumbuhan pendapatan usaha yang jauh lebih cepat dibandingkan beban pokok. Pendapatan usaha per Juni 2026 tercatat US$999,2 juta, naik 16,5% dari US$857,6 juta pada semester I 2025. Sementara beban pokok pendapatan hanya merangkak naik 0,55% menjadi US$576,5 juta.
Dengan margin yang lebih lebar, laba bruto melonjak 48,7% ke US$422,6 juta dari US$284,2 juta. Perseroan juga berhasil menekan beban usaha turun 3,3% ke US$58,3 juta. Pendapatan lain-lain berbalik positif sebesar US$17,4 juta dari posisi beban bersih US$20,6 juta tahun lalu.
Laba Usaha Lonjak 87,8%
Laba usaha melonjak 87,8% mencapai US$381,7 juta dari US$203,3 juta. Namun sisi keuangan menunjukkan tekanan. Penghasilan keuangan turun 48,5% ke US$30,4 juta, sementara biaya keuangan melonjak 206,6% ke US$29,7 juta dari US$9,7 juta.
Kontribusi ventura bersama berbalik jadi keuntungan US$33,5 juta dari kerugian US$3,8 juta. Laba sebelum pajak naik 67,2% ke US$415,9 juta. Beban pajak naik 61,1% ke US$86,8 juta. Laba periode berjalan tumbuh 68,9% ke US$329,1 juta.
Aset Total Tembus US$7,8 Miliar
Dari sisi neraca, total aset per Juni 2026 mencapai US$7,8 miliar, naik 14,5% dari US$6,8 miliar posisi akhir tahun 2025. Peningkatan aset mencerminkan ekspansi operasional dan akumulasi laba yang dijaga.
Kinerja semester I 2026 meneguhkan posisi ADRO sebagai salah satu pemain batubara dengan efisiensi biaya terbaik di industri. Fokus manajemen pada optimalisasi margin dan pengendalian beban terus memberikan hasil nyata pada bottom line.














