Bisnis

IHSG Dibuka Melemah ke 6.505, Rupiah Turun ke Rp17.740 per Dolar AS

Avatar of Sulsel Times
0
×

IHSG Dibuka Melemah ke 6.505, Rupiah Turun ke Rp17.740 per Dolar AS

Sebarkan artikel ini
IHSG Melemah 0,38% Sambut Awal Pekan, Rupiah Terkoreksi ke Rp 17.745
IHSG Melemah 0,38% Sambut Awal Pekan, Rupiah Terkoreksi ke Rp 17.745
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 31/08/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah sekitar 0,20 persen ke level 6.505 pada perdagangan awal pekan. Pada waktu yang berdekatan, rupiah bergerak melemah di kisaran Rp17.740 per dolar Amerika Serikat.

Ringkasnya…
  • IHSG dibuka sekitar 0,20 persen lebih rendah di level 6.505
  • Rupiah bergerak di kisaran Rp17.740 per dolar AS
  • Angka pasar dapat berubah sepanjang sesi perdagangan
  • Pelaku pasar mencermati sentimen domestik dan global
  • Data merujuk laporan pembukaan perdagangan 31 Agustus 2026
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Pergerakan tersebut merupakan posisi pada awal sesi, bukan angka penutupan. Nilai indeks dan kurs dapat berubah dengan cepat mengikuti transaksi, arus dana, serta perkembangan sentimen sepanjang hari.

Scroll Kebawah
Advertisement

Pergerakan pada Awal Sesi

Laporan pembukaan perdagangan menunjukkan IHSG berada di zona merah setelah bel pembukaan. Pelemahan terjadi di tengah pergerakan beragam saham sektoral, sehingga investor perlu membedakan angka pembukaan, posisi intraday, dan penutupan pasar.

Pada pasar valuta asing, rupiah juga bergerak melemah terhadap dolar AS. Perbedaan tipis antarplatform dapat muncul karena waktu pencatatan dan sumber kuotasi yang tidak sama.

Sentimen yang Dicermati Pasar

Pelaku pasar memperhatikan kombinasi sentimen domestik dan global, termasuk arah suku bunga, arus modal asing, pergerakan dolar AS, serta perkembangan harga komoditas. Setiap perubahan pada faktor tersebut dapat memengaruhi saham dan nilai tukar.

Data pembukaan IHSG dirangkum dari laporan Kumparan Bisnis dan Kabar Bursa. Pembaca yang mengambil keputusan investasi sebaiknya memeriksa data real-time dari Bursa Efek Indonesia dan penyedia data resmi.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *