Sulseltimes.com, Makassar, Rabu, 24/06/2026 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.101 pada perdagangan hari ini. Pelemahan ini dipengaruhi oleh isu relokasi pabrik otomotif Jepang dan rencana review status pasar modal Indonesia oleh MSCI.
- IHSG ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.101
- Kapitalisasi pasar Rp 10.711 triliun
- Isu relokasi pabrik otomotif Jepang ke Vietnam membebani sentimen
- Review MSCI berpotensi turunkan status Indonesia menjadi pasar frontier
- Indeks LQ45 juga melemah 0,13 persen
Pergerakan IHSG dan Faktor Pendorong
Sebanyak 282 saham menguat, 373 saham melemah, dan 160 saham stagnan pada sesi perdagangan hari ini.
Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp 10.711 triliun.
Indeks LQ45 juga ikut melemah 0,13 persen.
Tim riset Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat saham-saham yang mendominasi penguatan di LQ45 antara lain KLBF, MBMA, BRPT, DEWA, dan CUAN.
Sementara saham-saham yang mendominasi penurunan di antaranya INCO, PTBA, MDKA, BBTN, serta MEDC.
Isu Relokasi Pabrik dan Review MSCI
Menurut Pilarmas, pergerakan IHSG salah satunya dipengaruhi oleh munculnya kabar bahwa sejumlah produsen otomotif besar Jepang berpotensi memindahkan pabrik dari Indonesia ke Vietnam.
“Sementara itu, penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International atau MSCI dijadwalkan melakukan peninjauan pada pekan ini terkait kemungkinan penurunan status pasar modal Indonesia menjadi pasar frontier, yang berpotensi memicu arus keluar modal asing dalam jumlah besar,” kata Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Rabu, 24/06/2026.
Potensi Dampak Review MSCI
Review MSCI menjadi perhatian utama pelaku pasar karena dapat mempengaruhi aliran dana asing ke Indonesia.
Jika status diturunkan menjadi pasar frontier, sejumlah dana indeks global yang sebelumnya masuk ke Indonesia berpotensi ditarik.
Kondisi ini menambah tekanan di tengah kekhawatiran relokasi industri otomotif Jepang.
Pilarmas mengingatkan bahwa sentimen negatif dari faktor eksternal masih perlu diwaspadai dalam jangka pendek.







