Bisnis

Komisi XI Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Panin Asset: Ruang Turunkan BI Rate Terbatas

Avatar of Sulsel Times
0
×

Komisi XI Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Panin Asset: Ruang Turunkan BI Rate Terbatas

Sebarkan artikel ini
Komisi XI Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Panin Asset: Ruang Turunkan BI Rate Terbatas
Komisi XI Setujui Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Panin Asset: Ruang Turunkan BI Rate Terbatas
WhatsApp Logo
Sulsel Times Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Sulseltimes.com, Jakarta, Minggu, 30/08/2026 — Komisi XI DPR RI menyetujui usulan Presiden Prabowo Subianto mengangkat Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia dan Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior periode 2026-2031.

Ringkasnya…
  • Komisi XI DPR setujui Destry Damayanti jadi Gubernur BI
  • Ruang pemangkasan BI Rate 2026 terbatas
  • Rudiyanto, Direktur Panin Asset Management
  • Jakarta, Minggu 30/08/2026
  • Strategi portofolio akhir tahun
Disclaimer: Ringkasan dibuat secara otomatis.

Penilaian mengenai prospek kebijakan moneter di era baru ini disampaikan oleh Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, Minggu, 30/08/2026. Ia menilai posisi Destry Damayanti cukup kuat dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan sosoknya cukup diterima baik oleh pelaku pasar.

Scroll Kebawah
Advertisement

Saat ini Bank Indonesia dinilai memiliki instrument yang kuat dalam mengelola kebijakan moneter. Koordinasi antara BI, OJK, dan Pemerintah juga dinilai berjalan dengan baik.

Prospek Kebijakan BI Rate di Era Destry

Terkait arah kebijakan suku bunga acuan (BI Rate) ke depan, Rudiyanto menilai ruang pemangkasan di sisa tahun 2026 masih cukup terbatas. Dua faktor utama menjadi pertimbangan: ketidakpastian nilai tukar Rupiah dan kebijakan The Fed yang belum menunjukkan arah pasti.

Kondisi ini membuat pelaku pasar memperhatikan langkah awal tim kepemimpinan BI baru dalam menjaga stabilitas nilai tukar serta mengelola ekspektasi inflasi.

Strategi Portofolio Akhir Tahun

Bagi investor, perhatian utama berfokus pada bagaimana nasib Rupiah dan arah kebijakan moneter di era Destry Damayanti. Strategi pengelolaan portofolio di akhir tahun perlu mempertimbangkan ruang manuver BI Rate yang sempit serta dinamika global yang masih bergejolak.

Pasar akan terus memantau sinyal kebijakan dari tim baru Bank Indonesia untuk menentukan alokasi aset yang optimal.

WhatsApp Logo
Ikuti Sulsel Times di
Google News
Follow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *