Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 13/06/2026 — Ketua Umum Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) Lolita Liliana membagikan jurus mengelola reksadana di tengah gejolak pasar global. Ia menyebut industri reksadana mulai pulih dan mencatat pergeseran kelas aset dari saham ke instrumen berbasis suku bunga.
- Industri reksadana pulih pasca pandemi
- Pergeseran dari reksadana saham ke RDPU, RDPT, dan reksadana terproteksi
- Penurunan kinerja akibat kehati-hatian pasar
- Pentingnya edukasi dan literasi pasar modal
- Optimisme terhadap prospek investasi RI
Pemulihan Industri dan Pergeseran Kelas Aset
Industri reksadana baru pulih dan tumbuh baik pada tahun 2025 setelah terdampak pandemi Covid-19. Demikian disampaikan Lolita Liliana dalam acara Power Lunch CNBC Indonesia, Sabtu, 13/06/2026.
AMII mencatat adanya pergeseran kelas aset dari reksadana saham ke reksadana berbasis suku bunga. Instrumen tersebut meliputi Reksadana Pasar Uang (RDPU), Reksadana Pendapatan Tetap (RDPT), dan reksadana terproteksi.
Penurunan Kinerja dan Kehati-hatian Pasar
Di tengah gejolak pasar saat ini, AMII melihat penurunan kinerja reksadana yang lebih dalam. Hal ini seiring dengan meningkatnya kehati-hatian para pelaku pasar.
Lolita menekankan pentingnya edukasi dan literasi pasar modal. Ia berharap hal itu mampu mendorong optimisme terhadap prospek investasi di pasar modal Indonesia.
Diversifikasi di Tengah Gejolak Global
Pertanyaan mengenai arah diversifikasi investasi menjadi kunci bagi pelaku pasar. Lolita menjelaskan bahwa pemahaman terhadap instrumen yang tepat dapat membantu menghadapi gejolak global.
Pasar modal RI dinilai masih memiliki prospek positif jika diimbangi dengan literasi yang memadai. Para investor diimbau untuk lebih selektif dan memahami risiko setiap produk reksadana.















