Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 21/09/2026 — IHSG mengakhiri perdagangan Jumat di zona merah, turun 0,33% ke level 6.441,16, dipengaruhi oleh net sell investor asing Rp1,78 triliun di pasar reguler.
- IHSG turun 0,33% ke level 6.441,16 pada Jumatu202f(18/9)u202f
- Investor asing net sell Rp1,78 triliun di pasar reguler dan Rp1,79 triliun di seluruh pasar
- BYAN naik 19,96%, DCII naik 3,14%, sedangkan AMMN turun 4,49%
- Sektor Technology naik 0,27%, Industrials turun 1,64% sebagai satu-satunya sektor positif
- Rekomendasi saham ANTM, ARCI, VKTR, MBMA, MAPI dengan target harga tertentu
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat di zona merah, turun 0,33% ke level 6.441,16. Di samping itu, investor asing membukukan net sell sebesar Rp1,78 triliun di pasar reguler dan Rp1,79 triliun di seluruh pasar.
Sejumlah saham mencatat pergerakan positif di antaranya BYAN naik 19,96%, DCII menguat 3,14%, dan BREN naik 3,25%. Di sisi lain, AMMN turun 4,49%, BMRI terkoreksi 2,07%, dan DSSA melemah 5,36%.
Secara sektoral, 10 dari 11 sektor berada di zona merah. Sektor Industrials mencatat penurunan 1,64%, sedangkan sektor Technology menjadi satu-satunya sektor yang menguat, naik 0,27%.
Pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi. Dow Jones turun 0,18% ke 51.682, sementara S&P 500 naik 0,17% ke 7.650 dan Nasdaq menguat 0,40% ke 26.522.
Dampak Rebalancing FTSE dan Pergerakan Saham
Rebalancing FTSE turut memengaruhi arus dana di pasar saham Indonesia. Kondisi tersebut mendorong aksi jual bersih yang tercatat pada level tertinggi sejak 19 Juni, termasuk pada sejumlah emiten yang mengalami perubahan klasifikasi ke Micro Cap seperti BSDE, SCMA, dan BBYB.
Pergerakan indeks offshore Indonesia juga mengalami koreksi, dengan ETF EIDO turun 2,04% dan MSCI Indonesia melemah 1,24%.
Aksi Korporasi Penting: ERAA, BIKE, dan ULTJ
Dari sisi aksi korporasi, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyiapkan pengembangan bisnis makanan dan minuman (F&B) ke pasar global melalui lini Erajaya Food & Nourishment (EFN). EFN sebelumnya telah membangun portofolio bisnis di pasar domestik melalui sejumlah merek, seperti Paris Baguette, Bacha Coffee, Curry Up, CHAGEE, Wetzel’s Pretzels, hingga GrandLucky Superstore.
Selain menambah portofolio merek, EFN juga memperkuat rantai pasok melalui pendekatan direct sourcing GrandLucky. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan jaringan pasok dengan merek Brastagi di Medan. Perseroan juga mengembangkan greenhouse dan hydroponic farming serta skema offtake untuk memperluas akses pasar bagi produk yang dihasilkan petani.
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) melalui anak usahanya, Ratu Karya, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Perumda Pasar Jaya. MoU tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan dan pengembangan kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan estimasi nilai investasi sekitar Rp1 triliun.
Rencana tersebut sekaligus memperluas portofolio BIKE ke sektor properti, infrastruktur, dan pengembangan kawasan. Nilai investasi sekitar Rp1 triliun tersebut setara dengan sekitar 19 kali ekuitas perseroan pada semester I 2026 sebesar Rp51,40 miliar dan sekitar 10 kali total aset sebesar Rp96,05 miliar.
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) tengah berencana melakukan rights issue melalui penerbitan sebanyak-banyaknya 7,88 miliar saham baru. Dengan demikian, perseroan berpotensi memperoleh dana hingga Rp16,94 triliun dari aksi korporasi tersebut.
Sebanyak 86,01% dari dana yang dihimpun atau sekitar Rp14,57 triliun akan digunakan untuk mengambil alih 100% saham Frisian Flag Indonesia melalui mekanisme inbreng. Setelah transaksi terlaksana, FrieslandCampina International Holding B.V. (FCIH) diproyeksikan menjadi pemegang saham pengendali baru ULTJ dengan kepemilikan sekitar 28,95% hingga 30,81%.
Aksi korporasi tersebut masih menunggu persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada [TANGGAL].
Rekomendasi Saham Hari Ini meliputi: ANTM (Buy 3310-3330 | TP 3370-3420 | SL 3160), ARCI (Buy 1365-1375 | TP 1400-1420 | SL 1285), VKTR (Buy 765-780 | TP 800-820 | SL 725), MBMA (Buy 530-540 | TP 555-565 | SL 505), dan MAPI (Buy 1485-1495 | TP 1515-1525 | SL 1410).
disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.







