Sulseltimes.com, Jakarta, Senin, 21/09/2026 — Pemerintah berhasil mengumpulkan dana segar Rp 29,77 triliun dari penjualan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel seri SR025.
- Pemerintah kumpulkan Rp 29,77 T dari penjualan SBSN Ritel SR025
- Terdiri dari SR025T3 Rp24,93 T dan SR025T5 Rp4,83 T
- 93.548 investor ikut beli, terbanyak sepanjang sejarah
- 21.582 investor baru dari 38 provinsi
- Kupon SR025T3 6,80% dan SR025T5 6,90% per tahun
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, dana tersebut terdiri dari seri SR025T3 (tenor 3 tahun) sebesar Rp24,93 triliun dan SR025T5 (tenor 5 tahun) sebesar Rp4,83 triliun.
“Pemerintah menetapkan hasil penjualan SR025 sebesar Rp29.770.058.000.000,” kata Suminto kepada CNBC Indonesia, Senin, 21/09/2026.
Dari hasil penawaran tersebut, total investor yang membeli SBSN seri SR025 mencapai 93.548 orang, jumlah terbanyak sepanjang sejarah penerbitan SBSN Ritel dan volume penjualan tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Dari jumlah itu, sebanyak 21.582 orang atau 23,07% merupakan investor baru SBN. Basis investor menjangkau seluruh 38 provinsi, dengan dominasi Gen Y atau Milenial sebesar 49,11% dan perempuan sebesar 56,66%. Pemesanan didominasi oleh pegawai swasta sebesar 33,66%.
Suku Bunga dan Skala Investasi
Tingkat imbalan atau kupon yang ditawarkan untuk SR025T3 adalah 6,80% per tahun, sementara SR025T5 menawarkan imbalan lebih tinggi yakni 6,90% per tahun. Kedua seri menggunakan skema fixed coupon yang dibayarkan secara periodik setiap bulan.
Minimum pemesanan dipatok sebesar Rp1 juta dan kelipatannya. Batas maksimum pemesanan berbeda antara kedua seri: SR025T3 dibatasi Rp5 miliar per investor, sedangkan SR025T5 dibatasi Rp10 miliar per investor.
Skema ini menyasar investor individu dengan skala kecil hingga menengah, sesuai tujuan pemerintah mendorong pendalaman pasar keuangan domestik sekaligus memperluas basis investor ritel dalam negeri.
Penerbit instrumen ini adalah Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia, dengan underlying asset berupa Barang Milik Negara (BMN) serta proyek dan kegiatan Kementerian/Lembaga yang tercantum dalam APBN 2026.
Polisi masih mendalami perkembangan lebih lanjut terkait distribusi dan penempatan dana dari penerbitan SBSN Ritel SR025 tersebut.







