Sulseltimes.com, Jakarta, Sabtu, 15/08/2026 — PT Gaya Makmur Mobil memastikan kesiapan armada truk dan alat berat untuk implementasi Biodiesel B50 serta menilai elektrifikasi sebagai peluang efisiensi yang masih terhambat infrastruktur.
- GM Mobil siap hadapi B50 dengan modifikasi filter pada truk FAW dan XCMG
- Biaya perawatan mesin naik akibat B50
- Elektrifikasi jadi peluang efisiensi tapi terhambat infrastruktur charging dan harga unit
- Frankie Makaminang Presiden Direktur PT Gaya Makmur Mobil
- Dampak pada bisnis truk logistik konstruksi dan pertambangan
Presiden Direktur PT Gaya Makmur Mobil, Frankie Makaminang, menyatakan pihaknya telah melengkapi dua unit truk merek FAW dan XCMG dengan filter khusus yang mampu mengakomodir penggunaan B50. GM Mobil berperan sebagai distributor truk untuk sektor logistik, konstruksi, hingga pertambangan.
“Kami sudah menyiapkan unit truk FAW dan XCMG dengan filter khusus untuk B50,” kata Frankie Makaminang, Presiden Direktur PT Gaya Makmur Mobil, Sabtu, 15/08/2026.
Meski siap secara teknis, ia mengakui penerapan B50 akan menambah biaya perawatan mesin. Hal ini menjadi catatan bagi pelaku usaha di rantai pasokan logistik dan pertambangan.
Elektrifikasi Jadi Peluang Efisiensi
Soal elektrifikasi, Frankie menilai transisi ke kendaraan listrik membuka peluang efisiensi operasional di sektor logistik dan pertambangan. Potensi penghematan bahan bakar dan emisi menjadi daya tarik utama bagi pelanggan industri.
Namun, dua tantangan utama masih menghadang adopsi masif. Pertama, ketersediaan infrastruktur charging station yang belum merata. Kedua, harga unit kendaraan listrik yang signifikan lebih mahal dibandingkan unit konvensional.
Sentimen RKAB dan Arah Bisnis
Dinamika Revisi Kinerja dan Anggaran Bisnis (RKAB) juga memengaruhi sentimen pasar alat berat. Pergerakan anggaran eksplorasi dan produksi pertambangan menentukan volume permintaan truk dan excavator.
GM Mobil terus memantau kebijakan energi dan regulasi pertambangan untuk menyesuaikan strategi portofolio produk. Kesiapan B50 dan eksplorasi jalur elektrifikasi menjadi dua pilar responsif terhadap perubahan lanskap industri.












